Saat berada di dalam ruang meeting, tampak rekan-rekan kerja dari divisi yang berbeda sudah banyak yang hadir. Sambil menunggu CEO datang, Alka dan Emma dengan sigap langsung membagikan berkas yang sudah diperbanyak tadi kepada seluruh divisi yang mengikuti meeting, tak lupa juga pada meja untuk CEO. Sekitar tujuh menit kemudian, tampak pintu terbuka dan masuklah seorang pria berkacamata dengan mata layaknya mata elang, tajam. Postur tubuh yang tinggi, gagah, dan atletis, tidak ketinggalan, hidung yang mancung dengan sebagian wajahnya di tumbuhi brewok tipis dan rapi, dia layaknya wajah dewa Yunani. Dia berjalan dengan langkah mantap menuju kursi yang telah disediakan untuknya. Di belakangnya tampak ada seorang pria dengan wajah seperti artis dari negeri gingseng, berjalan mengikutinya

