Sesampainya di Apartment setelah pulang dari rumah sakit, Naya langsung masuk begitu saja kedalam kamarnya meninggalkan Jaehyun yang dibuat bingung dengan sikap nya. Bahkan saat perjalanan pulang tadi saja Naya hanya diam.
Saat Jaehyun menyusulnya ke kamar, Naya justru ingin keluar. Jaehyun pun langsung menahan tangan Istrinya itu sebelum benar-benar keluar kamar "Kamu kenapa sih? Aku perhatikan sejak tadi Kamu aneh. Bahkan saat dirumah sakit tadi Kamu mendiamiku. Aku ada salah sama Kamu? Kalau iya bilang, Jangan mendiamiku seperti ini. Aku tidak suka," Ucap Jaehyun dengan nada kesalnya.
"Kenapa Kamu yang marah? Seharusnya Aku yang marah bukan Kamu!!" Teriak Naya cukup keras.
"Jangan berbicara dengan nada tinggi didepan suamimu, Nay,"
"Kamu duluan yang memulainya ?"
"Aku kenapa? Bilang ada apa denganku?"
Sambil memutar bola matanya malas, Naya menceritakan tentang kejadian dirumah Jisu tadi siang. Saat dia melihat Jaehyun menatap solbin seorang MC diacara musik show dengan tatapan intens nya. Serta tentang salah satu artis pendatang baru yang mengunggah fotonya bersama Jaehyun di i********:.
"Jadi Kamu marah karena masalah ini? Astaga Nay, Memangnya bagaimana caraku menatap solbin? Aku mentapnya dengan tatapan biasa saja. Dan untuk unggahan itu, Dia artis baru lalu kita ketemu diacara yang sama dan ia pun meminta foto denganku. Aku tidak tahu dia sampai mengunggahnya di sosial media, Lagi pula apa salahnya jika Aku berfoto dengannya ? Kita hanya berfoto biasa, sebagai senior Aku hanya ingin bersikap ramah dengannya,"
"Alasan klasik. Kamu lupa kalau Aku juga pernah menjadi idol? Aku tidak pernah berfoto dengan artis lain sedekat itu apalagi sampai merangkulnya. Kamu itu kalau sudah di atas panggung lupa dengan statusmu yang sudah mempunyai seorang istri!!" Teriak Naya sambil menangis. Rasanya sangat sakit ketika melihat suami kita dekat dengan wanita lain walau hanya untuk sekedar berfoto saja.
"Sudahlah Nay, Tidak perlu dibahas masalah itu. Itu semua hanyalah tuntutan pekerjaan saja,"
"Apa katamu? Tidak perlu dibahas? Yak Kim Jaehyun!! Bagaimana jika posisi kita dibalik, Aku yang berfoto sedekat itu dengan pria lain. Apa Kamu akan mengatakan tidak usah membahas masalah itu? Aku wanita, Aku juga punya perasaan tidak sepertimu!!" Ujar Naya sebelum kemudian melangkahkan kakinya keluar kamar. Malam ini ia akan tidur dikamar tamu.
Setelah Naya pergi, Jaehyun mencoba melihat video saat dirinya diwawancarai oleh solbin serta unggahan salah satu artis yang tadi meminta foto dengannya. Dilihat dari video dan Foto itu Jaehyun sadar kenapa Naya bisa sampai semarah itu.
,,,,,,,,,,,,,,,,,
Didalam Kamar Naya menangis. Wanita itu benar-benar sakit hati dengan ucapan Jaehyun tadi. Apalgi saat Pria itu mengatakan tidak perlu membahas masalah ini. Karena tidak ingin bertemu Jaehyun untuk sementara waktu ini, Akhirnya Naya menghubungi Kakaknya untuk menjemputnya.
Jaeh-In : "Halo, Naya. Ada apa?"
Naya : "Oppa dimana ? Bisakah Oppa menjemputku di apartemen sekarang? Aku ingin bertemu Eomma dan Appa,"
Jaeh-In : "Aku sedang di busan untuk acara Fanmeet. Kalau Kamu ingin bertemu Eomma Appa, Mintalah Jaehyun mengantarmu,"
Naya : "Jaehyun sibuk. Kapan Oppa pulang ?"
Jaeh-In : "Nanti malam langsung pulang, Yasudah kalau begitu besok pagi Aku akan menjemputmu. Sudah dulu ya, Aku harus pergi sekarang,"
Keesokan paginya Naya benar-benar akan pergi kerumah orang tuanya. Setelah selesai bersiap, Ia keluar dari kamar tamu. Wanita itu cukup terkejut saat melihat Jaehyun tidur di sofa ruang tamu. Sepertinya Pria itu tidur disana sejak semalam.
Tanpa memperdulikan Jaehyun, Naya melanjutkan langkahnya keluar. Namun sepertinya suara langkah kakinya berhasil membuat Jaehyun terbangun. Pria itu langsung bangkit dan menyusulnya. "Nay, Kamu mau kemana?" Tanyanya setelah mereka sudah sampai di bawah.
"Lepas! Aku mau kerumah Eomma,"
Belum sempat Jaehyun bersuara, Mobil Jaeh-In sudah lebih dulu datang. Naya langsung masuk kedalam mobil itu dan menguncinya. Beberapa kali Jaehyun mengetuk kaca mobil itu tapi Naya sama sekali menghiraukannya. Hingga akhirnya mobil itupun berjalan pergi meninggalkan kawasan apartemen.
Ditengah perjalanan Jaeh-In menghentikan mobilnya. Pria itu mengatakan tidak akan menjalankan mobilnya sebelum Naya menceritakan semuanya. Pada akhirnya Naya pun menceritakan semuanya.
"Itu hanya salah paham. Kalian sudah dewasa jadi kalau ada masalah itu diselesaikan bukan malah lari. Aku antar Kamu kembali ke apartemen. Selesaikan masalah mu dengan Jaehyun,"
,,,,,,,,,,,,,,,,
Setelah kembali ke apartment tadi, Naya langsung mengurung dirinya didalam kamar. Jaehyun sudah beberapa kali mencoba membujuknya agar mau membuka pintu nya tapi Naya sama sekali tidak mau membuka pintu kamarnya. Hingga saat ini pukul 7 malam Jaehyun kembali membujuk Naya. Suara pecahan gelas yang tiba-tiba terdengar dari dalam kamar membuat Jaehyun langsung mendobrak pintu kamarnya.
Didalam Kamar Jaehyun melihat Naya yang sedang terbaring diatas ranjang sambil meremas perutnya sambil menangis.
"Nay, Kamu kenapa?"
"Hiks Sakit,"
Jaehyun membuka matanya lebar begitu melihat darah mengalir dari kaki Naya. Tanpa berfikir panjang ia langsung menggendong Naya dan membawanya kerumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Naya langsung di larikan ke ruang UGD. Jaehyun yang hanya bisa menunggu diluar pun terlihat sangat cemas. Ia takut jika terjadi sesuatu pada Istri dan Calon anaknya.
"Jaehyun, Dimana Naya?" Tanya Ibu Naya yang baru saja datang bersama Suaminya dan juga Jaeh-In.
Jaehyun hanya bisa menjawabnya dengan sebuah gelengan. Butuh waktu setidaknya 1 jam sampai dokter yang menangani Naya keluar dari ruang UGD
"Keadaan pasien sangat lemah. Namun anda tidak perlu khawatir pasien sudah melewati masa kritis nya. Untung saja pasien cepat di bawa ke rumah sakit, kalau terlambat sedikit saja pasti janin yang ada di dalam kandungannya tidak akan bisa diseleamatkan,"
Perkataan dokter itu cukup mengejutkan bagi orang tua Naya serta Jaehyun dan juga Jaeh-In.
"Bagaimana bisa dok? Setahu Saya Anak saya sehat sehat saja. Dia tidak pernah mengeluh sakit sama sekali,"
"Ini terjadi karena pasien mengalami sedikit tekanan pikiran, di tambah kelelahan dan juga telat makan sehingga tidak ada asupan tenaga yang masuk kedalam tubuh pasien,"
"Tapi Anak Saya baik baik saja kan dok?"
"Pasien baik baik saja. Hanya butuh istirahat yang cukup dan yang terpenting jangan sampai ada tekanan pikiran serta jangan telat makan,"
"Baik dok saya mengerti,"
"Baiklah saya permisi dulu. Pasien akan segera dipindahkan ke ruang inap,"
Setelah dipindahkan ke ruang inap, Kedua orang tua Naya langsung masuk kedalam ruangan itu untuk melihat keadaan Anak mereka. Jaehyun yang ingin ikut masuk langsung di tahan oleh Jaeh-In. "Ikut Aku!" Ucao Jaeh-In menarik paksa tangannya dan membawanya ke atap gedung rumah sakit.
Sesampainya di atap gedung, Jaeh-In langsung melayangkan beberapa pukulannya tepat pada wajah tampan Jaehyun. Jaehyun sama sekali tidak melawan karena Pria itu merasa pantas untuk menerima semua ini.
"Aku sudah mempercayakan Naya padamu. Kenapa Kamu menyakitinya!!"
"Miane hyung. Aku memang salah. Aku menyesal," balas Jaehyun menunduk.
Jaeh-In sudah mengangkat tangannya hendak memberi pukulan untuk ketiga kali nya namun niat itu ia urungkan. "Aku beri kesempatan untukmu sekali lagi. Tapi ingat, Kalau Kamu menyakitinya lagi maka Aku sendiri yang akan turun tangan menghabisimu!!"
"Ne, Gomawo Hyung. Aku berjanji tidak akan menyakitinya lagi,"
"Pergilah. Temui dia,"