bc

Takluknya Hati Sang Atlet Taekwondo

book_age18+
14
FOLLOW
1K
READ
HE
stepfather
blue collar
bxg
kicking
bold
brilliant
campus
highschool
like
intro-logo
Blurb

Judul : Takluknya Hati Sang Atlet Taekwondo

Genre : Romantis

Blurb :

Ada adegan dewasanya (18+)

Bijaklah memilih bacaan ya guys.

Laura atau Dean Laura, seorang gadis tomboy yang cantik, ceria dan penuh semangat. Dari kecil dia sudah dididik keras oleh orang tuanya dengan harapan di masa depan dia bisa menaklukkan dunia. Jadilah dia diikutkan kegiatan taekwondo. Tak heran medali-medali terpampang nyata di lemari kaca ruang tamunya karena Laura adalah sang juara. Saat ini Laura duduk di kelas 10 SMA negeri favorit di kotanya. SMA negeri 01 Kendal.

Argaswara Ghaisano atau biasa orang memanggilnya Arga adalah teman sekelas Laura. Dia adalah murid pindahan dari ibukota Jakarta. Ayah Arga adalah seorang PNS jadi kemanapun orang tuanya pindah, dia juga akan mengikutinya. Ribet sekali memang karena dia harus berpindah-pindah tempat dan harus menyesuaikan diri lagi di tempat baru. Arga sosok yang tampan dengan segala pesonanya. Walaupun dia murid pindahan, tidak membutuhkan waktu lama dia menjadi sang idola sekolah.

Inilah kisah Laura dan Arga.

Semoga kalian suka Love love.

chap-preview
Free preview
Menolong
Laura atau Dean Laura, seorang gadis tomboy yang cantik, ceria dan penuh semangat. Dari kecil dia sudah dididik keras oleh orang tuanya dengan harapan di masa depan dia bisa menaklukkan dunia. Jadilah dia diikutkan kegiatan taekwondo. Tak heran medali-medali terpampang nyata di lemari kaca ruang tamunya karena Laura adalah sang juara. Saat ini Laura duduk di kelas 10 SMA Negeri favorit di kotanya. Argaswara Ghaisano atau biasa orang memanggilnya Arga adalah teman sekelas Laura. Dia adalah murid pindahan dari ibukota Jakarta. Ayah Arga adalah seorang PNS jadi kemanapun orang tuanya pindah, dia juga akan mengikutinya. Ribet sekali memang karena dia harus berpindah-pindah tempat dan harus menyesuaikan diri lagi di tempat baru. Arga sosok yang tampan dengan segala pesonanya. Walaupun dia murid pindahan, tidak membutuhkan waktu lama dia menjadi sang idola sekolah. Inilah kisah Laura dan Arga. Semoga kalian suka Love love. *** Seorang gadis yang tadinya berniat untuk jogging pagi tiba-tiba saja membelokkan haluan dan berlari sekencang mungkin agar bisa segera menggapai tubuh renta yang menyeberang jalan tanpa melihat situasi jalan. Gadis cantik itu bernama Dean Laura, seorang atlet taekwondo yang kebetulan tiap pagi jogging di wilayah ini. “Awas Nenek!” Laura berteriak kencang sekencang larinya dan alhamdulillah berhasil menepikan nenek ke bahu jalan walau dengan wajah dan tubuh yang penuh peluh keringat dan kekhawatiran. “Untung saja.” Nenek terlihat sangat syok dan segera dipeluk Laura. Ciiiit ciiiit ciiit terdengar bunyi gesekan antara ban dan aspal pagi ini, suaranya hampir memekakkan telinga bagi siapapun yang mendengarnya. Mobil berhenti tepat waktu tanpa menyentuh mereka berdua sama sekali. Seseorang terlihat sangat panik di dalam mobil. “Hampir saja, oh Tuhan.” Seorang pria muda menoleh ke tempat duduk belakang sebentar di mana ada ibu dan adik perempuannya. Pria itu mulai bernafas lega lalu turun dari mobil dan segera mendekati gadis dan nenek yang hampir saja tertabrak mobil yang dikendarainya. “A-pa ada yang ter-lu-ka? Maafkan Aku,” ucap pria itu gugup. “Alhamdulillah Nenek tidak apa-apa, Mas. Alhamdulillah saya berhasil menyelamatkan Beliau.” Laura masih menenangkan nenek tersebut yang sepertinya masih syok. “Laura, apa benar itu Kamu? Hey, Aku Arga teman sekelasmu. Tapi sebaiknya Kalian ikut Aku sekalian ke RS sekarang, Kami berencana segera ke RS juga karena adikku yang saat ini sedang di dalam mobil sakit keras dan harus segera dapat pertolongan makanya tadi Aku buru-buru dan ngebut. Ayo.” Laura yang memang sepertinya mengenal pria itu hanya bisa tersenyum sambil mengingat-ingat. Temen sekelas itulah yang menjadi pikirannya saat ini, kenapa bisa lupa. Maklum bagi Laura lupa mengingat dia jarang masuk sekolah dan Arga adalah murid baru pindahan. “Ah iya, maaf aku belum familiar. Aku jarang masuk kelas.” Dengan dibantu Arga, Laura segera memapah nenek untuk segera masuk ke dalam mobil. “Laura Duduk di depan ya,” titah Arga kepada Laura. Mobil segera melaju menuju ke RS terdekat tujuan awal si Arga. *** Liburan semester 1 yang jatuh di bulan Desember nanti tidak bisa Laura nikmati seperti teman-teman sebayanya. Bulan Desember nanti adalah bulan yang penuh dengan kejuaraan Taekwondo. Ada sekitar 3 kejuaraan yang akan Laura ikuti, baik kejuaraan tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Untuk mempersiapkan kejuaraan tersebut sangat tidak mudah, Laura harus rela setiap hari untuk berlatih fisik dan mental jauh-jauh hari bersama dengan teman-temannya sesama atlet di club Taekwondo Sedayu di mana club ini club yang paling terkenal di kota ini, saking seringnya atlet yang di bawah naungannya memborong medali hampir di setiap even yang diikuti. Sudah beberapa bulan ini Laura dan teman-teman atlet lainnya mempersiapkan diri, tak ayal lagi kulit yang aslinya putih bersinar menjadi gelap karena terpapar sinar matahari. Skincare yang biasa dipakai kalah dengan aktivitasnya tiap hari di bawah terik sang surya. Hal ini tidak mengurangi kecantikannya karena memang Laura cantik dari lahirnya. “Latihan terus gak capek apa kamu Laura.” “Kalau dibilang capek ya capek Des, tapi ini sudah menjadi duniaku. Apapun itu harus dihadapi. Semangat Des.” Mereka berdua lagi menikmati makan siang di kantin sekolah. Mereka sengaja duduk di pojok agar lebih leluasa melihat siapa-siapa saja yang datang ke kantin ini, termasuk si idola baru sekolah Arga yang tiba-tiba saja gabung di meja yang saat ini mereka tempati. “Laura, ada waktu sebentar gak nanti sepulang sekolah?” Arga tiba-tiba berbisik kepada Laura bikin gadis itu kaget karena selama ini Laura tidak pernah sekalipun berinteraksi langsung dengannya walau mereka berdua satu kelas, terakhir saat kejadian dengan nenek itu. Kejadian itu sudah berlangsung 2 minggu yang lalu. “Tumben, Ga. Kejutan deh datang-datang langsung nyamperin Laura?” tanya Desi penasaran. “Gak ada, cuma ada something yang sepertinya bakal ngelibatin teman kamu satu itu,” jawab Arga masih menunggu jawaban Laura. “Sebenernya waktuku kosong sih nanti, apa gak bisa dibicarakan sekarang Ga?” “Pokoknya nanti kutunggu ya di depan gerbang sekolah.” Arga pergi meninggalkan Laura dan Desi yang terbengong-bengong karena tidak ada penjelasan sedikitpun atas maksudnya Dia meminta waktu Laura sepulang sekolah. “Ya udah deh ya, turutin saja apa maunya. Pokoknya ntar ceritakan ke aku ya. Se-mu-a-nya. Sepertinya akan sangat bikin aku penasaran,” cerocos Desi. “Tenang saja.” Mereka berdua segera menyudahi waktu makan di kantin karena bel sekolah sudah berbunyi. Mereka dan teman-teman yang lain segera memasuki kelas masing-masing. Bersiap mengikuti pelajaran kembali. Bel pulang berbunyi sebagai tanda jam pelajaran untuk hari ini usai. Laura menyelesaikan piket kelas terlebih dahulu, setelah selesai lalu berjalan menuju gerbang depan begitupun dengan teman-teman lain yang dapat giliran piket hari ini. Dari kejauhan Laura melihat Arga sudah duduk menunggunya di motor sport merah miliknya, menunggunya di samping gerbang sekolah. “Maaf, sudah lama menungguku?” tanya Laura. “Hmmm, belum terlalu lama sih? Pulang naik apa?” “Biasanya aku naik gojek, Ga.” ucap Laura. “Naik ke motorku, Kuantar ya. Aku ada perlu sedikit sama kamu.” “Gak apa-apa nih aku naik, secara ntar ada yang marah. Kira aku nyerobot si idola sekolah.” “Apa sih, Laura. Udah sekarang naik, langsung cabut. Panas banget ini.” “Oke deh.” Laura segera naik ke bagian jok belakang motor sport itu. Arga segera melajukan motornya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
3.7K
bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
36.0K
bc

Desahan Sang Biduan

read
54.5K
bc

Godaan Mesra Sang Duda

read
2.6K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
51.6K
bc

After We Met

read
187.3K
bc

(Bukan) Dosen Idaman

read
8.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook