“Bangun,Ra. Bentar lagi acara penutupan dimulai,” bisik Desi.
Laura mulai mengerjapkan kedua matanya. Merenggangkan kedua tangan dan tubuhnya agar sedikit lebih rileks.
“Aku ke toilet dulu ya Des. Cuci muka dulu biar gak kelihatan muka bantal.”
“Aku ikut.”
Laura dan Desi segera menuju ke toilet bawah. Buang air kecil dulu lalu membasuh mukanya agar kelihatan lebih segar.
“Nih pakai bedak n liptin ku biar gak pucat,” tawar Desi.
Laura segera mengoleskan tipis-tipis bedak dan liptin agar penampilan wajahnya lebih fresh dari sebelumnya. Setelah itu mereka menuju ke tribun kembali.
“Des, Aku tinggal dulu ya. Kumpul sama anak-anak dojang.”
“Baiklah.”
Di arena pertandingan sudah berkumpul sebanyak kurang lebih 2.500 atlet taekwondo kabupaten, tiap barisan sesuai perwakilan dojang masing-masing. Acara penutupan akan segera dimulai karena sebentar lagi bupati datang bersama kepala KONI dan DISPORA. Dojang tempat Laura bernaung berhasil mendapat juara umum 1 dari bupati dan berhak mendapatkan uang tunai sebesar 10 juta rupiah. Perolehan medali atlet dojang Sedayu adalah 30 medali emas, 45 medali perak dan 50 medali perunggu. Keren banget kan. Hadiah ini semakin membuat para atlet semangat untuk bertarung di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Acara resmi ditutup oleh bupati dan sebelum dibubarkan ada sesi foto-foto bagi sang juara. Laura dan salah satu teman jejanya berkesempatan untuk berfoto dengan membawa medali dan piala bergilir beserta box kardus bertuliskan juara umum 1. Sorak sorai membanjiri suasana GOR tempat kejuaraan diadakan.
Dari jarak yang cukup terjangkau Arga melakukan pemotretan secara candid untuk Laura. Sudah banyak sekali jepretan yang dihasilkan membuat senyum merekah Arga sebagai tanda kepuasan. Desi juga melakukan hal yang sama. Foto-foto yang berhasil Desi kumpulkan tentu saja akan segera diupload ke sosial medianya.
Setelah acara dinyatakan selesai satu dojang Sedayu termasuk Laura segera memasuki bis untuk membawa mereka pulang. Desi berpamitan dengan Laura karena dia membawa kendaraan sendiri. Arga juga pulang dengan kendaraannya tanpa menemui Laura terlebih dahulu.
***
Liburan tinggal beberapa hari lagi. Tahun ini juga akan segera berganti. Saat tahun baru akan diadakan CFN (Car Free Night) di jalan tempat biasa digunakan CFD (Car Free Day). Anak-anak dojang mempunyai acara bakar-bakaran di salah satu rumah jeja untuk menambah keakraban.
Akhirnya acara yang dinanti datang juga. Sebenarnya Desi mau mengajak Laura untuk mengisi acara tahun baru an tetapi karena Laura ada kegiatan dengan teman taekwondonya jadi diurungkan. Mungkin setelah acara bakar-bakaran Desi akan mengajak Laura ke CFN.
Bakar-bakaran ini lumayan banyak jeja yang datang. Acara dimulai jam 21.00. Kebetulan malam tahun baru ini cerah jadi mereka tambah semangat untuk mengisi malam ini. Bakar-bakaran ini di sponsori oleh orang tua salah satu jeja. Bakar-bakaran meliputi bakar jagung, sosis dan bakar frozen food serta daging slice. Acara yang cukup menyenangkan.
Setelah acara bakar-bakaran selesai mereka semua yang masih kuat untuk tidak tidur segera menuju ke CFN. Suasana CFN semakin ramai mendekati pukul 00.00. Desi sudah menunggu di sana dan bergabung dengan Laura. Mereka semua pingin melihat kembang api saat detik-detik tahun berganti.
Dari jarak yang tidak terlalu jauh dari mereka terlihat Arga. Arga yang melihat Laura dan Desi segera mendekat.
“Hai, Ra, Des,” sapa Arga.
“Hai Arga,” sapa Laura.
“Hallo Arga,” sapa Desi.
“Udah lama?” tanya Arga.
“Enggak, barusan saja.”
Mereka berjalan menyusuri jalan sepanjang CFN, sesekali jajan di tenan-tenan ukm sepanjang jalan. Tenan yang paling laris di sini tenan yang jual minuman. Banyak juga yang memeriahkan dengan musik dari campur sari, keroncong, dangdut dan pop, semuanya ada untuk menghibur semua yang hadir di CFN ini. Tawa mereka sesekali terdengar karena kekonyolan Desi.
“Ga, sepertinya Kemaren Aku lihat kamu deh,” ujar Desi penuh selidik.
“Kemaren, maksudnya?”
“Itu, pas pertandingan Laura Kemaren itu. Aku lihat kamu.”
“Masa sih.” Arga pura-pura tak menanggapi.
“Suerr, Aku lihat kamu.”
“Salah liat kali kamu Des,” Laura menimpali.
“Enggak lah, bahkan Aku sempet candid Kamu. Bentar Aku ada kok bukti fotonya.” Desi segera membuka galeri ponselnya dan menunjukkannya kepada Laura dan Arga.
Arga tidak bisa berkutik lagi.
“Kok gak nyamperin kita Ga.”
“Hmmm, maaf. Kulihat Kamu capek banget dan udah enjoy dengan Desi. By the way, selamat ya Ra. Kamu keren banget.”
“Ahhh, Terimakasih Ga.”
“Mau minum apa kalian?” Arga segera menuju ke tenan minuman untuk membelinya.
“Es teh jumbo saja kali Ga.”
“Ok.”
Setelah antri yang lumayan tibalah giliran Arga dilayani penjual. Es teh jumbo 3 siap dibagikan kepada dirinya, Desi dan Laura.
“Ada risol mayo kesukaanku. Kalian mau juga?” tawar Desi.
“Boleh Des,” jawab kami berdua serempak.
Desi segera meninggalkan kami dan menuju ke tenan sosis mayo. Antrian juga lumayan panjang tetapi Desi sabar menunggunya sampai gilirannya juga untuk dilayani penjual. Desi datang membawa beberapa sosis mayo dan makanan ala Korea juga.
“Waaa, Des. Banyak sekali. Makasih banyak ya.” ucap Laura.
“Sama-sama.”
Kami bertiga segera menikmati berbagai macam makanan yang sudah dibeli Desi.
“Enak kan? Sosis mayo ini langgananku. Mama sering beliin ini.”
“Hmmm, enak banget Des.”
“Ga, Kamu gak tahun baruan sama pacar-pacar kamu?” tanya Desi tiba-tiba membuat suasana sedikit horor.
“Des.” Laura mencoba menengahi.
Arga hanya berdehem saja tidak menjawab atau menyangkal. Arga malah dengan tenangnya menyeruput es tehnya dan menikmati sosis mayo yang dibawa Desi.
“Segar es tehnya.” Arga mengalihkan perhatian.
“Weee, gak dijawab juga. Dasar Arga,” umpat Desi.
“Desi, sudah.” Laura kembali menginterupsi.
“Baiklah.”
“Sesuai jadwal sepertinya di lokasi ini ntar pesta kembang apinya. Kita mau jalan lagi atau cari tempat,” jelas Arga.
“Cari tempat duduk yuk Ga, Des.”
Kami bertiga mencari tempat karena sebentar lagi pukul 00.00. Tak ingin melewatkan pesta kembang api dan berdusel-dusel lagi dengan pengunjung lain. Suasana CFN semakin ramai dan padat.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba. Saatnya detik-detik pergantian tahun dari 2023 ke 2024.
“Tiga ... dua ... satu ... duarrrr!!!”
Suara pesta kembang api memeriahkan acara pergantian tahun. Bunyi terompet bersahut-sahutan dan sorak sorai pengunjung CFN melengkapi malam ini. Semua orang antusias sekali untuk menyaksikannya. Tak lupa kami semua berdoa untuk 2024 yang lebih baik.