Bab 24

1127 Words

"Aku memilih pergi karena kamu akan menuduhku mau menjebakmu demi uang. Mungkin setelah melemparkan sejumlah uang padaku, kamu akan menghinaku habis-habisan." "Maafkan aku." lirih Adrian. Hanya kata itu yang sanggup terucap dari bibirnya. Gelombang lautan rasa bersalah itu semakin besar. "Aku tidak bisa mengingat apapun." la menatap Ratna dalam. Tatapan yang seakan membuatnya tenggelam. "Apa yang terjadi, kenapa aku bisa melakukannya?" "Kalau aku ceritakan apa kamu akan percaya?" "Aku tidak punya alasan untuk tidak mempercayaimu." "Aku yang bodoh. Aku melihat Sisil mencampur sesuatu ke dalam minumanmu. Sebelumnya aku mendengar dia bicara dengan seseorang di telepon dan meminta obat perangsang. Aku pikir dia mau menjebakmu." Adrian mengeluarkan selembar foto dirinya yang tidur bersa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD