Disya merasa bosan sekali. Lihatlah, sudah lima hari mengendap di kamar tanpa keluar kamar sama sekali bahkan dengan tanpa ponselnya membuat Disya serasa hidup di hutan. Mana suami esnya ini ada laptop, membuat Disya menggerutu kesal. "Disya bosan bang!" gumam gadis itu sambil menatap Orlando yang sedang bermain laptopnya. Tak ada terdengar sahutan sama sekali di bibir suaminya. Membuat Disya langsung merengut kesal. Tangan Disya mencubit bahu Orlando yang keras. "Aduh! Lo ngapain sih cubit gue?" tanya Orlando dengan kesal. Mata tajam miliknya menatap Disya dengan melotot seperti singa yang siap menerkam mangsanya. Disya takut dengan pelototan Orlando? Tentu saja tidak sama sekali. Disya menghentikan cubitannya. "Habisnya Bang Olan kacangin Disya. Nanti Disya bilang sama mama kalau B

