Akhirnya bebas!!! Orlando mendesahkan napasnya dengan lega. Bayangkan saja, satu kamar berhari-hari tanpa keluar kamar dengan makhluk astral membuat dirinya merasa tidak nyaman sama sekali. Sejujurnya, Orlando tidak membenci Disya, hanya saja ia terlalu jengah melihat tingkah gadis itu setiap harinya. Mungkin, ini mungkin ya, jika Disya merubah tingkahnya, Orlando bisa saja nyaman berdekatan dengan gadis itu. Gadis yang saat ini menyandang status sebagai istrinya. Istri?! Haha... bahkan Orlando masih merasa bahwa ini mimpi dan tidak percaya pada kenyataan saat ini dirinya sudah menikah. Menikah dengan tetangga sebelah rumahnya yang suka mengusik kehidupannya. "Pagi Bang Olan!!!" seru Disya sambil memasang senyum manisnya. Dalam hati gadis itu, ia bersyukur sekali memiliki suami tampan na

