🚫 15 🚫

617 Words
Saat terbangun waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore yang berarti aku dan Dhara sudah tertidur lebih dari dua jam. Perempuan itu masih tertidur dengan pulas. "Sayang," panggilku sambil menepuk-nepuk pelan pipinya, "bangun." Dia mengerang dalam tidurnya lantas kedua matanya terbuka dengan perlahan-lahan. Cantik banget mantan mahasiswiku ini. Enggak salah aku memilihnya menjadi istriku. "Jam berapa?" tanyanya sambil mengucek matanya. "Jam tiga," aku menarik tangannya pelan, "yuk, bangun. Fajar kasihan nungguin kita dari tadi." Dia masih terdiam, belum sepenuhnya sadar. "Cuci muka, sikat gigi dulu ya," aku menatap ke arah sebuah pintu yang aku duga disanalah letak kamar mandinya. "Emangnya mulut aku bau sampai harus sikat gigi?" ucapnya sambil bangun dari posisi tidur. "Ya, enggak. Biar wangi aja. Saya juga sikat gigi." Dia berdeham singkat lalu kami berjalan bersama memasuki kamar mandi. "Sikat giginya cuma satu," ucapku sambil mengambil sikat gigi berwarna putih lalu menempelkan odol di atasnya, "gimana?" tanyanya. "Gantian." Dia kembali mengangguk sambil menatap dirinya lewat pantulan kaca. Dengan inisiatif aku mengambil kuncir rambut lalu mengikat rambutnya yang berantakan. "Diikat atau dibuat konde?" tanyaku setelah mengumpulkan seluruh rambutnya di tangan. "Aku cantiknya kaya apa?" "Dikonde," aku mengikat rambut itu membentuk ikat kuda, "tapi kalau sekarang enggak boleh cantik-cantik. Jadinya diikat aja ya." Dia berkumur lalu membersihkan sikat giginya. "Ini," ucapnya sambil memberikan benda itu. Aku mengambilnya lalu mengoleskan odol dibagian atas sikat giginya lalu mulai menggosokkan ke gigiku. "Aku senang deh Mas tadi ramah sama Fajar," kami saling bertatapan lewat pantulan cermin, "ternyata dosen menyeramkan ini bisa juga ya bersikap ramah," ucapnya diselingi dengan kekehan pelan. Aku mengacak rambutnya dengan gemas. "Mas yang rapiin, Mas juga yang berantakin rambutku," ucapnya kesal. "Saya kan enggak seram, cuma perasaan orang-orang aja." Dia memutar tubuhnya menghadapku. "Seram. Sampai dulu satu kampus kenal Pak Aarav dosen killer." "Masa?" tanyaku yang langsung dia hadiahi anggukan mantap, "tapi kok ada ya mahasiswi yang mau jadi pacar saya? Mau setiap hari saya temui. Mau nungguin saya sampai tujuh tahun." "Gatau," jawabnya cuek. Aku membersihkan busa-busa odol di dalam mulutku lalu setelah itu meletakan sikat gigi yang juga sudah aku bersihkan. "Lucu banget sih." "Apanya? Sikat giginya?" "Kamu." "Sikat gigi aku lucu?" "Kamu lucu." Dia tersipu malu, terlihat dengan jelas rona merah di pipinya. "Oh, ok," jawabnya kikuk. Aku mengambil tangannya lalu menggengamnya erat. "Mau sekarang ke bawahnya?" Dia mengangguk lalu kami berjalan beriringan memasuki ruang meeting Dhara. "Maaf ya, Fajar, Lina. Aku dan Mas Aarav telat, kami ketiduran." Kedua orang itu hanya tersenyum lalu mempersilahkan kami berdua untuk duduk. "Saya mah maklum, Bu. Namanya pengantin baru," ucap perempuan yang aku ketahui namanya Lina. Dhara hanya terkekeh pelan sambil tersenyum malu. Oh, iya benar. Kenapa tadi aku tidak kepikiran untuk melakukan kegiatan yang ada dipikiran Mbak Lina ya. Mungkin lain kali. Atau setelah meeting kali ini. Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a. Di k********a kalian bisa mendapatkan 1. Ebook Lengkap (59 part) 2. Bagian Tambahan Ekslusif di karyakarsa Sudut Pandang Aarav (10 part) Sudut Pandang Dhara (3 part) Sudut Pandang Fajar (1 Part) Sudut Pandang Penulis (3 Part) Hanya dengan Rp44.000 kalian bisa akses semua partnya. Cara belinya: 1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi. 2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Mr. Scary and Our Journey _ TheDarkNight_) 4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih. Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank. 5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR). 6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD