ARCHADIA
Tersebutlah pada era Hawaisen, dimana sebuah perang besar yang berlangsung antar bangsa selama lima puluh tahun telah berakhir. Menyisakan luka mendalam, kekacauan, kepedihan dan terpecahlah berbagai bangsa dan negara untuk mencari sebuah kehidupan baru yang damai. Sisa-sisa kekejaman perang Gora-gora hanya meninggalkan kehancuran di muka bumi. Dipicu oleh perselisihan antara dua bangsa terkuat di dunia, hingga memicu perang antar bangsa berhasil diredakan dengan mencatatkan ratusan juta korban jiwa terbunuh. Hal ini mendesak beberapa golongan yang dahulu terpecah belah, bergabung menjadi satu memulai kehidupan dalam tatanan dunia baru. Tanah surga yang diburu hawanian untuk dapat ditinggali membuat beberapa negara dan kerajaan baru berusaha untuk saling menguasai kembali.
ARCHADIA adalah sebuah kerajaan di tanah surga daratan Aoland. Rakyatnya dikenal dengan sebutan Archadian. Hidup berdampingan dengan alam, kebudayaan daerah yang beragam serta kehidupan sosial yang multikultural menjadi primadona tujuan bagi hawanian tak berkewarganegaraan untuk mencari sebuah perlindungan. Berada di tanah subur dan mempunyai beberapa pulau-pulau indah yang mengelilingi membuat kerajaan ini sangat strategis dalam jalur perekonomian dunia baru. Masyarakat yang terkenal ramah dan saling bahu membahu membangun kerajaan berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan tingkat produktivitas sumber daya manusia yang tinggi.
Archadia dipimpin oleh seorang Ratu yang bernama Zaina Hezekiah. Ratu pertama yang arief, cantik, tegas namun bijaksana. Tutur katanya yang lembut saat berbicara baik dengan staf kerajaan maupun rakyatnya adalah hal yang menjadi ciri khas dari seorang ratu Archadia. Ketegasannya saat memberikan keadilan bagi siapapun yang bersalah tanpa pandang bulu membuatnya begitu dicintai oleh rakyat. Archadia merupakan kerajaan yang dihuni oleh manusia yang disebut hawanian dimana di Archadia dibagi menjadi dua golongan. Kaum Hawana adalah kaum dimana terdiri dari perempuan sedangkan kaum hawaki adalah sebutan bagi kaum laki-laki. Ratu pertama Archadia membagi kaum resmi kerajaan menjadi lima clan atau golongan.
Clan pertama adalah clan Ksatria, merupakan clan yang terdiri dari para prajurit pembela kerajaan yang tangguh dan bertugas menjadi pelindung, pusat pertahanan kerajaan serta penjaga keseimbangan kehidupan dan keamanan kaum Archadian. Clan Ksatria kerajaan Archadia sudah sangat terkenal dengan kekuatan dan ketangguhan armada perangnya. Hal itu tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh rakyat Archadia. Pusat operasional clan ini bertempat di dalam kawasan Golden Gate pusat kerajaan. Prajurit Archadia dipimpin oleh seorang Panglima Jenderal, dimana Ratu Zaina Hezekiah sebagai Panglima Jenderal Agung.
Clan Ksatria dibagi menjadi lima legiun yaitu legiun barat yang terdiri dari prajurit Kavaleri dengan benderanya berwarna hitam putih berlambang Kuda dengan sayap emas. Legiun Timur terdiri dari prajurit Infanteri dan Artileri dengan benderanya berwarna merah dan putih berlambang Singa memegang tombak. Legiun Utara terdiri dari prajurit Archerio dengan benderanya berwarna hitam dan kuning berlambang Elang. Legiun selatan terdiri dari pasukan Barakuda yang merupakan prajurit laut tangguh yang dimiliki Archadia. Prajurit ini berfungsi dalam menjaga kedaulatan kerajaan di laut. Benderanya berwarna biru putih dengan lambang Kuda Laut. Legiun terakhir adalah Legiun Eminent yang berlokasi di pusat kerajaan. Terdiri dari prajurit taktikal elit dengan kemampuan intelegensia dan taktikal diatas rata-rata prajurit biasa. Benderanya berwarna emas dengan lambang dua Naga berwarna merah dan putih melingkari bola dunia. Masing-masing legiun dipimpin oleh seorang jenderal muda sebagai pusat komando dibawah panglima jenderal.
Clan kedua adalah clan Spiris. Sebuah clan yang terdiri dari para kaum bijaksana yang menjaga keseimbangan antara hati, pikiran dan jiwa Archadian. Clan ini bertanggung jawab terhadap pendidikan mental masyarakat Archadia mulai dari kecil hingga Archadian meninggal. Clan ini lebih mengutamakan perasaan dalam setiap tindakannya dan menjadi pembimbing jiwa serta pendidik kaum Archadian yang menyatu serta sangat menghormati kekuatan alam semesta. Kaum ini dipimpin oleh hawanian yang disebut Spiris Angel sebagai pemimpin tertinggi kaum putih ini. Tempat tinggal kaum ini berbentuk kuil bulat dengan pusatnya terletak di sebelah barat kerajaan, lebih tepatnya diantara perbukitan Hastana yang membentang disepanjang barat kota raja.
Clan ketiga adalah clan Agrian, merupakan clan yang biasa disebut dengan kaum penjaga tanah. Dalam hal ini kaum Agrian terdiri dari para petani dan peternak yang bertugas memproduksi bermacam-macam hasil pertanian dan peternakan sebagai penopang utama pangan dalam kerajaan. Tekstur tanah Archadia yang subur, selalu menghasilkan berbagai produk pertanian dengan kualitas tinggi. Tidak mengherankan, kerajaan Archadia menjadi salah satu kerajaan pengekspor terbesar hasil pertanian untuk pasokan pangan dunia.
Clan keempat adalah clan Justician, merupakan clan yang terdiri dari kaum penegak hukum. Clan ini dipimpin oleh hawanian yang disebut Jacqui. Segala urusan hukum perang, hukum sipil, hukum spirit, hukum agrarian dan hukum sosial ditentukan dan dijaga ketat oleh kaum justician. Sedangkan clan kelima atau yang terakhir adalah clan Artician, merupakan clan yang terdiri dari para pembangun negeri. Segala konstruksi bangunan dan pembangunan fasilitas-fasilitas kerajaan dilakukan oleh kaum ini.
Archadian hidup berdampingan satu sama lain dengan damai dibawah naungan bendera Archadia. Mereka selalu percaya dengan menjaga keseimbangan alam, perang besar menakutkan yang pernah ada tidak akan pernah terjadi lagi. Karena mereka menyadari bahwa di tangan mereka saat kini, awal dunia baru yang damai akan dimulai.