“Halo? Dengan Richella Flowers.” Di ujung sana seseorang berbicara. “Ya, sebuket bunga mawar putih beserta kartu ucapannya.” Eleanor menulis dengan cepat di atas buku catatan. “Bisakah aku tahu alamat yang akan dituju? Sore ini segera dikirim.” Tak lupa Eleanor tersenyum meski si penelepon takkan melihatnya. Tapi setidaknya keramahan itu tersampaikan melalui suaranya. “Selamat siang nona, terima kasih sudah memesan bunga di Richella Flowers.” Eleanor meletakkan kembali gagang telepon di tempat. Keluar dari sebuah ruang yang menyatu dengan kasir, menghampiri keranjang-keranjang bunga dan memulai pekerjaannya. Siang itu adalah satu hari menuju hari Paskah yang sangat sibuk. Namun Eleanor mengurus semuanya sendirian karena dua pekerjanya di Richella Flowers mengambil jatah libur mereka.

