“Siapa yang telah membebaskanmu dari tempat itu?” Julius memulai introgasinya. Dengan Katherin yang kini menggelantung di udara. Posisi tubuhnya pun sengaja terbalik dibuatnya. Wanita ular ini juga terikat di kaki dan tangan, tetapi bagian mulutnya dibiarkan terbuka untuk alat menjawab. “Jawab!” “Julius, tolong lepaskan aku!” Wanita itu menangis berurai air mata. Nampak pusing dan kesakitan di seluruh tubuhnya. Julius diam. Tidak simpati. Betapa jengkel rasanya melihat orang yang sudah kau putuskan untuk mati, kini malah memohon-mohon dengan menjijikan di depan mata kepalanya sendiri. Julius menyerahkan kematian Katherin pada mereka, tapi rupanya beberapa petugas di rumah sakit itu lebih memilih bermain-main dengannya. Julius adalah pria yang tak suka dikhianati, untuk alasan apapun. M

