4. Tears Fallin’

5518 Words

Perempuan itu setengah berbaring di ranjang, tapi tatapan matanya lurus memandang jendela, kosong dan kuyu. Wajahnya masih begitu pucat, seperti orang yang tak punya gairah hidup. Namun untungnya, nyawanya masih ada di dalam tubuh. Ya, Eleanor sudah siuman sejak beberapa jam yang lalu. Setelah berhari-hari lamanya tertidur “pulas”. Sadar kemudian mengalami kebingungan yang amat sangat. Sebab ia berada di sebuah ruang rawat, alih-alih bangun di alam untuk orang-orang yang mati. Bukankah seharusnya Eleanor sudah tiada semenjak dirinya memutuskan untuk terjun dari jembatan? Mengapa? Mengapa kini Eleanor masih ada di dunia, Tuhan? Mengingatnya, air mata Eleanor jatuh. Mungkin ini adalah sebuah teguran dari Tuhan agar dia tidak bertindak gegabah. Sekeras apapun kau ingin dan mencoba untuk m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD