Ada yang berbeda ketika kedua orang itu turun dari mobil. Eleanor bisa melihatnya, Julius yang gelap dan wajah Richella yang murung. Meski pun dilihat dari kaca jendela toko, semua itu nampak jelas. Eleanor yang tetiba merasa khawatir, berdiri—meninggalkan keranjang-keranjang yang kosong. Perempuan itu menyambut di pintu masuk. “Ada apa?” sergapnya, bertatapan dengan Julius sementara Richella hanya menyapa lalu melewatinya begitu saja. Tidak seperti biasanya. Anak itu terdengar menutup pintu kamar. Kini hanya tersisa Julius yang bisa dia mintai keterangan. “Ada apa, Julius? Kenapa kalian seperti ini?” “Insiden.” “Insiden?” Eleanor mengejar, “insiden apa?” “Richella nyaris mengalami kecelakaan.” Julius menjawab sembari mencari tempat duduk

