Bumi dan matahari sepertinya sedang bersekongkol dan membuat sebuah kesepakatan untuk memanggang makhluk hidup. Terik dan kelembaban metropolitan membuat Kafka banyak mengeluh hari ini. Saking panasnya, Kafka sampai berpikiran yang aneh-aneh. Cowok itu sempat mengira kalau sensasi panas ini adalah sebagai perwujudan dari konsekuensi karena telah meingkari janji kepada Sang Mama untuk berhenti menggunakan motor kebanggaannya. Kafka berjalan menuju pos keamanan fakultas. Sembari melangkah, dia mengipaskan tangan kanannya ke leher. Berharap angin yang dia buat akan menolongnya untuk melenyapkan rasa pengap. Sayang, tak tertolong karena meski dia kini hanya memakai kemeja flannel berbahan kain acrylic justru memperparah gerahnya. "Siang, Pak Mansur," sapa Kafka yang meringis kepanasan. "Pana

