Bab 36

1000 Words

Di kantor, Kendra duduk di kursinya sambil menatap layar komputer. Namun, matanya tidak benar-benar fokus pada pekerjaan di depannya. Bibir pria itu tersenyum tipis, pikirannya masih melayang ke pagi yang baru saja ia lalui dengan Alea. Ia bahkan terkekeh pelan, tak sadar dengan ekspresi bahagianya yang jarang muncul itu. Han, asistennya, baru saja masuk ke ruangan sambil membawa beberapa berkas. Namun, pemandangan Kendra yang tersenyum sendiri membuat Han melongo. "Bos bisa senyum-senyum sendiri? Ini kejadian langka," pikir Han, merasa aneh sekaligus penasaran. "Bos," Han akhirnya bertanya, "ada apa? Kok senyum-senyum kayak yang lagi jatuh cinta? Cie-cie." Kendra langsung mengerutkan kening, senyumnya hilang seketika. "Han, kamu pikir aku ini bocah sekolah, yang bisa kamu cie ciein? Ud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD