Lembar Ke-delapan belas

2767 Words

Hal pertama yang Kean lihat saat membuka mata adalah langit-langit yang tinggi dengan pencahayaan yang terang. Dia merasakan sekelilingnya berputar meski tak separah yang ia rasakan saat di perjalanan pulang, matanya panas namun tak lagi terasa terbakar. Lalu, di detik selanjutnya, dia seperti mendengar deru napas teratur mengisi senyapnya ruang itu. Kean menoleh dan tersentak saat melihat seseorang tertidur di sampingnya. Wajah damai itu begitu ia kenali, tapi bagaimana dia bisa ada di sini? Sejenak Kean membeku, berusaha membawa ingatannya menelusuri lagi apa yang sebenarnya terjadi. Hingga akhirnya pertemuan dengan Zafran di jalanan depan toko buku sore tadi menjadi hal terakhir yang Kean ingat, seketika membuat ia mendengkus keras. "b**o banget gue." gumamnya kesal. Kean merasa bodoh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD