Bab 44 Pesta

1265 Words

Malika memang mendesak Almas dengan kesadaran penuhnya. Sebenarnya lelaki itu tak berminat ikut, tetapi mendengar ancamanan serius Malika cepat-cepat dia berubah pikiran. Malika tak punya alasan lain selain Almas, hanya dia cara baik-baik yang bisa Malika tempuh agar keluarganya luluh mengizinkannya keluar malam ini. “Butik mana yang perlu kita kunjungi?” Malika hampir saja memukul kepala Almas karena terus saja bercanda dalam situasi tegang Malika. Tetapi tak dilakukannya sebab rasa syukur telah dibantu kabur. Malika perlu bertamu ke undangan Helena, Almas satu-satunya cara yang ia punya. “Berhenti bercanda!” keluh Malika. Almas tak bercanda aslinya, tapi Malika menolak fakta itu. “Anda tidak berminat membahagiakan mereka?” Malika memang tak berminat membahagiakan orang lain sebelum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD