Rahasia terdalam adalah hati manusia. Bisa saja bibir berkata tak sama dengan isi hati. Bisa saja tingkah beda haluan dengan apa yang diinginkan sanubari. Semuanya tak ada yang tahu, seperti takdir yang dari hari ke hari dijalani. “Ibumu menipu supaya ayahmu mau menikahinya?!” Malika syok oleh praduganya. Selama ini tak ada yang mengatakan kepadanya bahwa ayah Almas itu bodoh, hanya licik. Almas menggeleng. “Setahuku ibu memang sakit. Mereka tak jera berobat bahkan sampai ke luar negeri. Dari yang kudengar, warisan peninggalan kakek juga ikut terpakai untuk pengobatan beliau.” Almas terkenang. Ia bahkan tak punya simpanan dana masa depan karena ayahnya dulu sibuk mengalirkan dana untuk pengobatan ibunya saja. Setelah mereka meninggal hanya utang yang jadi warisan. Tak heran jika sanak

