Bab 32 Bisikan

1085 Words

Sepekan berlalu. Saat ini sedang makan siang antara Almas dan Malika. Mereka jadi akrab sekali. Malika senang berteman dengannya dan suka sekali membahas apa saja dengannya. Almas tipe lelaki yang mudah diajak bicara, tukar pikiran, bahkan bercanda. Tidak ada kesan terlalu canggung atau terlalu serius. Meski tampilannya Almas seperti kulkas bersuhu dingin, tapi dia adalah sosok yang hangat dan penuh perhatian. Namun, Malika tak merasakan getaran rasa seperti yang Aris pernah hadirkan kepadanya. “Apa sebenarnya yang Anda tunggu di ponsel itu?” tanya Almas memergoki lagi malika yang mengecek ponsel ke lima kalinya semenjak makan siang ini saja. “Ha?” Almas yakin dengan apa yang ia rangkum dari hari ke hari. “Selama sepekan terakhir, Anda selalu mengecek ponsel tiap waktu senggang. Seola

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD