Hellooow Readers,
Episode ke-4 ini, masih bercerita tentang masa lalu Lia Himawan, hal-hal yang membuat Lia menjadi Wanita tangguh, wanita mandiri dan Wanita Idaman Pria beristri.
Selamat membaca.
?????????
~~•Cinta bagi seorang Wanita, adalah menyerahkan seluruh Jiwa dan Raganya secara utuh~~Lia.
Berjalan berdua, bergandeng tangan, saling membelai dan memeluk, aku bahagia. Aku tau, kamu mencintaiku, dari caramu memandangku dan memperlakukan aku.
Bahkan didepan kedua orang tuamu, kamu mencium lembut tanganku, menggenggam dan membelai lenganku.
Aku yang susah jatuh cinta, aku yang biasanya selalu menolak ajakan pacaran teman SMA ku dulu, sudah 2x menolak lelaki yang ingin memacariku, entah mengapa begitu terhipnotis padamu.
"Lia, kalau sudah malam, nginap aja disini. Kamarnya Dea lagi kosong. Dea sedang pergi mengikuti lokakarya di Bogor" Ibu menawariku.
"Belum jam 10 malam bu, Lia pulang saja" aku menolak halus tawaran ibu.
"Kamar aa juga kosong koq Li. Jangan sungkan-sungkan kalau mau nginap" Indra menggodaku. Tangannya sudah mulai menggerayangi pahaku dibawah meja makan. Desiran gelanyar aneh, sangat toxic, sudah membodohi akal sehatku. Aku menginginkan Indra menyetubuhiku malam ini.
Aku menyingkirkan tangan Indra perlahan, agar tidak menimbulkan suara gaduh dibawah meja makan.
Senyum simpul menghiasi wajahku.
"Lia nanti diantar pulang sama mas Indra aja bu. Lia tidak menginap malam ini. Besok Lia ada kuliah pagi soalnya bu."
Ibu mengijinkan.
Selesai makan dan ngobrol santai di meja makan, aku membantu ibu membereskan piring kotor dan dapur ibu.
Tanpa aku sadari, ibu dan anak tersebut, sedang menatapku dari ruang makan. Merek berbisik-bisik, dan Indr tersenyum bahagia, lalu memeluk sang ibu. Ibu kemudian mendatangiku ke dapur.
"Calon menantu idaman." Ibu berucap sambil menepuk pundakku lembut.
"Ibu yakin, Lia bisa merubah kebiasan jelek Indra. Sejak mengenal Lia, Indra berubah drastis. Kebiasaan dia gonta-ganti wanita, sudah hilang sebulan ini."
Ibu bercerita sambil membantuku membereskan rak piring.
Aku tersipu. Aku bahagia. Ya, itu Karena aku cinta pada Indra.
"Trima kasih bu, sudah menerima Lia dengan baik. Lia merasa punya ibu Kedu sekarang." Mataku sudah berair, aku kangen ibuku di Kampung.
"Sana Li, sudah ditungguin Indra. Mau diantar pulang katanya. Indra lagi ganti baju dulu,tadi ketumpahan kuah sayur." Ibu menyentuh pundakku, dan mengelus lembut. Aku pamit. Aku menyusul mas Indra ke kamarnya. Aku tahu, dia modus. Aku tersipu malu membayangkan apa yang akan Indra lakukan pada tubuhku nanti. Perlahan aku buka pintu kamar Indra. Indra sedang dikamar mandi.
"Mas Indra, mau antar Lia pulang sekarang?" Aku mencoba menggodanya.
Tiba-tiba pintu kamar mandi dibuka dengan cepat dan tergesa-gesa.
"Nanti Li. Aa masih kangen!" Diraihnya pinggangku, didorong perlahan agar bersandar ke dinding kamar. Tangannya sambil mengunci pintu kamarnya, bibirnya tak lepas melumat bibirku.
"Lia gak akan pulang sebelum aa mendapatkan Lia lagi. Rindu tau Li, sama Lia" Aku tak bisa berkata apapun. Mataku memandang iris mata coklat Indra. Aku meraih tengkuknya, memperdalam ciuman kami. Aku membiarkan lidah Indra menjelajahi bibirku. "Aaaahhhh... " Desahan lolos begitu saja dari bibirku saat Indr melepas Lumatannya.
"Lia kangen gak sama Aa?" Aku tak berniat menjawab dengan kata-kata. Aku menangkup wajah Indra, bibir kami kembali bersatu. Tetapi kali ini lebih lembut, dan lebih instens. Indra mulai melepas ikat rambutku, membiarkan rambutku tergerai lepas. Indra mulai menggerayangi leherku. Lidahnya perlahan menyapu kuping dan berakhir dengan sapuan lidah pada bagian belakang kupingku. Gila, rasanya sangat memabukkan, Toxic sekali pada tubuhku, semua yang dilakukan Indra.
Dresku sudah lolos dari badanku. Indra sedang menjelajahi buah dadaku yang besar dan padat.
"Ini Payuda*a terseksi dan terindah yang pernah Aa pegang, kulum dan aa isap. Kamu sempurna Liaku sayang."
Indra menggendongku. Aku bergelayut manja sambil terus melumat bibirnya.
"Kita belum pernan mencoba gaya ini kan Li?" Sambil Aa gendong aja yah? Lia pasti suka nanti. Aku membalasnya dengan menggigit bibirku.
"Ooooh, kamu menggoda sekali Lia. Aa mau masukin kamu sekarang."
Indra kemudian mulai mendorong perlahan kejantanannya, menyentuh bibir lubang surgawiku, membiarkan ujung kejantanannya menyentuh dan merasakan denyutan Kewanitaanku. Aku sudah tidak tahan. Kugoyangkan perlahan boko*nku, mengikuti kepala pen*s Indra. Dalam satu hentakan keras, kejantanan Indra sudah masuk setengah kedalam lubang surgaku. Aku menjerit.
"Mas, perlahan mas. Masih sakit. Punya mas Indra gede. Aku masih butuh penyesuaian" aku berbisik dikuping Indra.
Bisikanku pada kupingnya, seperti senhatan listrik tegangan tinggi pada Indra. Nafsunya bertambah. Mana Kedu gunung kembarku sudah menempel lembut pada d**a Indra. Indra kembali merapatkan tubuhku ke dinding kamar, dan mulai memacu kejantanannya masuk dan keluar, penuh tekanan. Ditariknya full keluar batang pen*snya, kemudian dihetakkan penuh hingga rasanya menembus tubuhku. Terlalu nikmat untuk dikatakan. Rasanya seperti terbang tinggi. Aku memejamkan mataku, menikmati hubungan badan kami yang sudah penuh peluh. Bibirku terus saja dilumat Indra. Desahanku lolos tak tertahankan. Terus menderu dan mengaduh pada tuhan. "Oh God, oh yess. oooh s**t, oh yess. ooh aahh" entah sudah berapa kali desahanku keluar. Pelepasanku sudH datang berulang kali. Indra masih gagah menggendongku. Aku sudah lemas akibat orgamse kesekian kalinya.
"Mas, ditempat tidur aja yah? " Aku menatapnya manja. Indra mengecup bibirku dan membawaku ke ranjang kinv sizenya.
"Lia, lubangmu nikmag sekali. Aa maunya kalo aa lagi pengen, Lia jangan tolak aa yach?" Ucapnya sambil menatap tajam Kedua bola mataku.
"Iya mas In. Lia mau" ciuman kami semakin intens. Mas Indra sudah naik keatas tubuhku, tubuh atletisnya semakin membuatku bernafsu. Apalagi ukuran kejantanannya, besar dan tegangnya maksimal. Pengen aku cium, tapi tidak dijinkan Indra.
Indr kembali memasuki tubuhku, menyetubuhi lagi.
"Ini yang ketiga kalinya kita menyatu kan Li? Lia puas gak neng?" Aku menjawabnya dengan goyangan pinggulku. Aku memang baru belajar memuaskan lelakiku, tetapi aku sudah pintat secara reori. Saat dibangku SMA, teman-teman wanitaku, ada beberapa yang sudah melakukan s*x bebas. Mereka sering bercerita tentang Pecah keperawanan, dan hubungan badan setelahnya. Cara memuaskan cowok kita, salah satunya adalah oral s*x. Melakuka hisapan dan sapuan lembut Menggunakan lidah pada ujung kejantanannya, kemudian dikulum. Mereka bahkan sering menggodaku dengan mempraktekkan caranya pada buah pisang. Jilatannya seperti apa dan kemudian cara mengulum yang disukai Pri seperti apa. Goyangan pinggul erotis yang memabukkan dan memanjakan pen*s cowok kita juga aku sudah lulus teori. Saat ini, Semua teori sedang aku praktekkan dengan lelaki pertamaku. Aku mengoyang sensual pinggulku, tambah menjepit kejantanan Indra.
Indra menambah intensitas tekanan genjotan pen*snya pada lubang surgaku.
"Aaahh, oohh, Mas Indra... maaasss... " aku menjerit tertahan saat gelombang orgasmeku datang. Tekanan kejantanan Indra juga semakin dalam, semakin cepat, menghujam dan menekan secara penuh saat pelepasannya akan segera tiba. Indra lalu mencabut pen*snya dan mengurut lembut batang kejantanannya, mengeluarkan sper*manya pada kedua bukit kembarku. Tadinya dia ingin menumpahkan sper*anya ke mulutku, tapi aku belum siap.
"Aa keluarin dimulut yah neng? Aa sudah mau keluar"Indra lalu menarik batangnya dan mengarahkan ke mulitku, tapi aku menepis, dan mengarahkannya ke payudaraku. "Lia belum bisa mas. Nanti yaah!?" Indr tersenyum sambil masih mengurut kejantanannya, mengeluskan ujung pen*snya menyentuh penuh buah dadaku.
Kami kemudian terkulai lemas,saling berpelukan.
"I Love You Lia Himawan" Ucap Indra lirih, sambil memeluk tubuhku. Aku tersenyum penuh bahagia. Sumringah. Tubuh Indra berhasil aku dapatkan kembali, setelah dia berlabuh pada tubuh wanita lain. Aku tak perduli. Aku hanya menginginkan Indra untuk tetap mau meniduriku. Mengelus lembut rambutku saat percintaan kami berakhir, mengecup keningku dan mengatakan "I Love You Li". Itu semua sudah cukup.
Setelah percintaan panjang dan melelahkan, aku tertidur. Indra membersihkan tubuhku menggunakan handuk basah, membersihkan kewanitaanku, dan memakaikan aku baju kaos miliknya. Aku lelah dan tertidur pulas dalam pelukan Indra.
Rencana untuk pulang setelah bercinta, batal. Nafsu sesaat yang bisa melumpukan akal sehat pada pasangan muda.
**********************
Pesan penulis, jika ada pembaca yang saat ini masih Virgin, pertahankan mahkota kalian. Semanis apapun janji pacar kalian, ingat, belum tentu dia adalah jodohmu. Jangan terjebak dalam kenikmatan duniawi, yang hanya sesaat. Jaga, pertahankan kehormatan itu, untuk nanti diserahkan kepada lelaki yang bergelar suamimu.
~••••Aku milikmu setelah akad nikah.
Nikmati aku setelah kamu sah bergelar suamiku.~~~