Bab 27. Kejadian Club

1062 Words
Happy reading Typo koreksi **** 'Aku nggak suka kamu dekat-dekat cewek lain' ... Fanny Kailana ... *** Dentuman musik keras menyambut kedatangan Fathur Artha Putra yang kali ini datang sendirian, jelas saja kedatangan pemuda tampan itu menarik perhatian para wanita berpakian seksi di sana. Pemuda itu memilih duduk di kursi depan bartender club. "Tequilla 2." Ucapnya meminta minuman pembuka untuk tenggorokkannya. Lampu kelap-kelip di dalam ruangan pengap itu sedikit membuat kepalanya pusing. Mungkin bukan karena itu, tapi karena pikirannya sedang tidak baik. Pelayan bar menyodorkan pesanannya. "Ini, Mas." Ucapnya. Fathur hanya tersenyum lalu menerima minuman yang ia pesan tadi dan menegaknya dengan sekali teguk. Rasa panas menyentak tenggorokkannya, pemuda itu menghembuskan napas kasar seakan ia tengah mengeluarkan hawa panas tersebut. "Huh." "Gue pesan ini lagi 4." Ucapnya di balas anggukan mengerti si pelayan bar. "Gila sepi juga nggak sama anak-anak ke sini." Gumam Fathur melihat sekelilingnya. Musik DJ mengalun keras, orang-orang berjoget di lancar dance floor dengan serunya. Ia menggeleng, kembali meneguk minumannya yang untuk ke sekian kalinya. Tiba-tiba. Drrtt drrtt Ponsel di saku jaketnya bergetar, Fathur mendengkus menyumpah serapahin siapapun yang menghubunginya kali ini. Cewek aneh is calling .... "Sialan, mau ngapain sih nih cewek ganggu banget." "Eh eh ... sini elo. Iya, elo sini!" Fathur tiba-tiba berteriak melambaikan tangannya memanggil seorang pelayan wanita yang berdiri tidak jauh dari posisinya sekarang. "Iya Mas, ada apa?" Tanya wanita itu sopan. "Nih, angkat." Fathur menyodorkan ponselnya ke arah si pelayan yang jadi menatapnya bingung. "Angkat, maksudnya Mas?" Tanya pelayan itu polos. Berdecak sebal, Fathur dengan kasar menyentak ponselnya itu di atas telapak tangan si pelayan yang jadi terperanjat. "Ck, nih. Elo angkat telepon dari cewek stress yang neleponin gue. Nanti gue kasih elo duit." Suruhnya galak. "Saya bilang apa, Mas?" "b*****t! BAWEL BANGET SIH ELO. APA AJA NJIR! ELO MAKI-MAKI KEK TUH CEWEK TERSERAH." bentak Fathur membuat si pelayan melotot horor dan beberapa pengunjung jadi melihat ke arahnya heran. "Mas, Mas. Maaf biar saya saja yang ngomong. Sini, Nad hp nya." Pinta si pelayan bar yang membuatkan minuman Fathur tadi. "Gitu kek daritadi. Udah sana elo, pergi." Usir Fathur di balas gelengan heran si pelayan wanita barusan. Dih, marah-marah nggak jelas. Aneh. Fathur tidak ikut campur mendengar apa yang akan di bicarakan oleh si pelayan di depannya dengan orang menghubunginya tersebut. "Hallo, mbak." "Mbak? Loh ini siapa ya? Fathur mana?" "Maaf saya nggak tahu mbak. Saya nemu ponsel ini tadi di jalan." Seru si pelayan membuat Fathur terkekeh di kursinya. "Nemu? Maksud kamu yang punya ponsel ini nggak ada? Kamu nemu dimana?" "Di halte bus tadi mbak." "Hah? Di halte? Kok berisik sih, kamu dimana biar aku tebus hp nya. Itu ponsel punya cowok saya." "Anu ... saya di--" Tut. Fathur tertawa geli, melihat ekspresi si pelayan. "Jangan bilang gue di sini." Potong Fathur, pemuda itu meletakkan ponselnya di atas meja lalu mengeluarkan dompet dari saku celananya kemudian menarik beberapa lembar uang dan ia sodorkan ke arah si bartender di depannya. "Nih buat elo," "Tapi Mas--" "Ambil aja." Selak Fathur cepat memaksa. "Hai," sapaan seseorang membuat Fathur menoleh, matanya seketika berubah menjadi alat scanner. Fathur melihat penampilan wanita yang berdiri di sebelahnya, dress ketat dengan banyak belahan menggoda membuat Fathur terkekeh dalam hatinya. "Hai, cantik." Puji Fathur membuat si perempuan tersipu malu. "Gue boleh duduk di sini kan?" Fathur hanya manggut-manggut mengijinkan dengan senyum menawan. "Mau minum, pesan aja." Ucap Fathur di balas anggukan kepala si wanita cepat. "Oh iya, gue Siska, elo siapa?" Tanya wanita yang menyebut namanya adalah Siska tersebut. "Fathur. Gue Fathur." "Oh, Fathur. Kenapa sendirian? Nggak sama teman-teman elo?" Alis Fathur terangkat seraya terkekeh kecil. "Elo tau, gue sering ke sini sama teman-teman gue?" Balik tanya Fathur kepada Siska. Menggedikkan bahu acuh, Siska hanya menjawab singkat membuat pemuda itu tertawa mendengarnya. "Gitu deh." "Hmm, elo sendiri kenapa kesini? Sendirian juga?" Kali ini Fathur mencoba bersikap tidak menggoda wanita di sebelahnya, ia bahkan bertanya layaknya sedang mengobrol biasa tanpa ingin melakukan hal aneh. "Tadinya iya, tapi sekarang kan udah sama elo." Jawab Siska malu-malu. Fathur tergelak. "Hahaha, elo gombalin gue. Sorry gue nggak punya duit receh." "Sialan lo." Balas Siska berpura-pura kesal. Fathur tertawa lagi. Lumayan. Pikirnya. Ternyata kedatangan Siska membuat ia ada teman untuk mengobrol. Ya meskipun pakaian perempuan itu cukup menggoda. Tapi sayangnya Fathur tidak ada niat untuk ONS malam ini. "Oh iya, teman elo pada kemana?" Tanya Siska lagi mengenai keberadaan para sahabatnya. "Elo nanyain mereka terus. Kenapa nih? Ada yang elo taksir ya?" Ejek pemuda itu geli. Blush Pipi Siska tersipu di balik lampu minim club tersebut. Melihat reaksi itu sontak Fathur lagi-lagi tertawa terbahak keras. Hahaha. "Gila! Beneran? Teman gue yang mana nih. Ada banyak loh, tiga lagi. Nggak mungkin naksir semuanya kan elo?" Ejeknya di balas dengkusan kuat Siska sebal. "Enak aja. Ya nggak lah. Gue naksir yang-- aaakkkhhhh!" Teriakan Siska mengejutkan Fathur dan beberapa orang di sana. "Aww, sakit! Hei cewek gila! Lepasin rambut gue!" Pekiknya lagi kesakitan. "JAUHIN FATHUR SIALAN!" Di tempat duduknya rahang Fathur sudah mengeras, matanya berkilat emosi melihat siapa yang mengganggu obrolannya dengan Siska. Melihat Siska mengaduh kesakitan pemuda tampan itu dengan sigap menyentak tangan si pelaku kasar dari rambut Siska yang berantakan. "b*****t! ELO APA-APAAN HAH!" "KAMU YANG APA-APAAN? AKU TELPONIN KAMU BUAT NANYA KAMU UDAH SAMPAI MANA? KAMU MALAH ASYIK-ASYIKAN SAMA NIH CEWEK GATEL! AKU NGGAK SUKA KAMU DEKAT-DEKAT CEWEK LAIN FATHUR." "Wah sinting. Memangnya elo siapa gue njir? Kepedean banget lo? Baru gue pake sekali aja udah berasa WOW lo hah! Ngaca Fanny, elo itu nggak berharga buat gue. Ketahuan banget kalau elo itu cewek murahan ngejar-ngejar gue njir." Seru Fathur nggak bisa di filter. Fanny Kailana, gadis yang baru saja membuat kekacauan dengan menarik rambut Siska kini berdiri terpaku, gadis itu menatap Fathur yang sedang melihat ke arahnya penuh sorot mata mengejek membuat tubuh Fanny bergetar mengigil. "Kenapa kamu tega bilang seperti itu Fathur?" "Biar elo sadar. Gue nggak tertarik sama elo. Sekarang gue minta elo minta maaf sama Siska." Titah Fathur masih marah kepada gadis di depannya. "Aku nggak mau." Tolak Fathur tidak mau. "Ck, dasar cewek gila. Udah salah nggak mau minta maaf. Pergi sana, ganggu orang aja." Sentak Fathur mendesis. Fanny melihat ke arah Siska yang tengah merapihkan rambutnya. "Gue minta maaf." Ujar Fanny tiba-tiba. Fathur tersenyum miring, pemuda itu juga meminta maaf kepada Siska. Keduanya kembali mengobrol, mengabaikan Fanny yang mengepalkan tangan kesal melihat kedekatan keduanya. Kurang ajar. **** Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD