Di tempat berbeda, di rumah keluarga Light. Lentera-lentera di koridor rumah besar itu saat ini bergoyang pelan seolah gelisah. Sir Aldric sendiri berdiri di dekat jendela ruang kerjanya, jari-jarinya mengetuk bingkai kayu tanpa ia sadari. Sejak satu jam yang lalu, ia tidak bisa duduk tenang sama sekali. Ketika pintu ruang kerjanya itu diketuk, dua pelayan masuk sambil menunduk dalam. "My Lord, kami sudah mencarinya sampai ke dapur bawah, gudang penyimpanan, bahkan ke kamarnya. Tapi Isla masih belum juga ditemukan." Sir Aldric memejamkan matanya, menahan napas, merasakan jantungnya yang berdetak semakin cepat. Isla, adalah pelayan muda yang biasanya bertugas untuk memindahkan stok bahan makanan dari kereta yang mengantar perbekalan itu ke rumahnya. Sudah lima tahun wanita itu bekerja

