Gareth terdiam cukup lama. Jemarinya yang besar mengepal di atas meja, tampak bergetar pelan—menahan emosi yang selama bertahun-tahun ia kubur di dalam dirinya. Perlahan, ia mengangkat kepalanya. Tatapan Gareth tidak lagi tertunduk penuh rasa hina, bahkan mata coklatnya kini memantulkan api kecil harapan. "Aku akan mencobanya, My Lady," jawabnya akhirnya, dengan suara rendah yang tegas. Elena tersenyum sekali lagi pada pria itu. Senyum yang hangat, namun cukup kuat untuk menembus dinding tebal yang selama ini membelenggu hati Gareth. "Bagus," tukasnya penuh rasa bangga, "karena aku membutuhkan seorang ksatria yang bisa berdiri di sisiku—bukan seseorang yang menyerah pada masa lalunya." Adam melirik Elena, lalu menatap Gareth. Ia mengangguk kecil seakan menyukai apa yang mereka berdua

