Mercia, sore menjelang malam. Derap langkah kuda dan suara teriakan komando bergema di sepanjang jalan di pusat kota itu. Saat ini, puluhan ksatria dan pengawal keluarga Draven memenuhi jalanan, membuat para penduduk menyingkir dengan wajah bingung serta takut. Di depan rombongan itu, Cedric Draven menunggang kuda hitamnya. Rahang pria itu mengeras, mata biru keabu-abuannya menyala oleh amarah dingin yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Tangannya menggenggam tali kendali kuda dengan sangat kuat, seakan ingin memutuskan tali tersebut. "Aku sama sekali tidak percaya sepatah kata pun dari pria tua itu," geram Cedric pada Ronan. "Tidakkah kau lihat bahwa Sir Aldric seolah sedang menyembunyikan sesuatu dariku?" Ya, ia sempat pulang ke rumah mewahnya usai mengunjungi Sir Aldric siang ini.

