Kerlap-kerlip bintang menemani dua sejoli diatas rooftop rumah sakit. Waktu tidak menentukan batas ramai pengendara lalu lintas di jalan raya. Ditambah cahaya yang berasal dari lampu dibawah sana, menambah keindahan kota metropolitan ini. Nara merentangkan tangan seraya memejamkan mata. Menikmati alunan angin yang menerpa wajah polosnya. Wanita berkerudung gray itu mengulas senyum tipis, setelah sekian lama mendekam didalam kamar inap, akhirnya ia bisa menikmati udara bebas lagi. Penyakit yang ia derita membuat semua kegiatannya terbatas. Bahkan bisa sampai ditempat ini saja dirinya harus digendong oleh Abidzar. Pria yang duduk disamping Nara menghela nafas lega. Dengan sayang, Abidzar mengusap pucuk kepala istrinya, sesekali diselingi kecupan ringan. "Kamu suka?" Spontan Nara menoleh.

