Episode 9

568 Words
Saat ini Catherin tengah bersama Robert di salah satu restaurant western terkenal di sana. Ingatan Catherin tertuju pada Aiden yang kini menjadi pengacara di perusahaan yang dia kelola.                 Kenapa? Kenapa takdir melakukan semua ini. Kenapa mereka harus terus bertemu dan kembali berinteraksi. Apa belum cukup rasa sakit yang selama bertahun-tahun ini di tanggung olehnya.                 Kenapa harus mencintai kalau hanya mendapatkan rasa sakit yang teramat dalam.                 Cintanya telah bertepuk sebelah tangan, dan Catherin sungguh ingin keluar dari lingkup perasaan yang menyakitkan ini. Ia ingin terlepas bebas dan melupakan Aiden. Walau sudah bertahun-tahun berlalu, tetap saja begitu sulit. Dan sekarang takdir malah mempertemukan mereka berdua kembali, ini semakin mempersulit dirinya.                 Dan Jasmine, bagaimana kalau Aiden mengetahui siapa Jasmine...?                 “Cath!”                 Panggilan dengan sentuhan di tangannya menyadarkan Catherin dari lamunannya.                 “Eh kenapa Robert?” tanya Catherin.                 “Apa kamu hanya akan terus menatap makanan di depanmu sampai dingin?” tanya Robert.                 “Emmm... aku akan segera menghabiskannya,” seru Catherin segera menikmati makanannya dalam diam.                 “Ada apa? Tidak biasanya kamu melamun saat sedang makan, dan kamu terlihat begitu pusing,” seru Robert.                 “Bukan apa-apa. Hanya masalah pekerjaan,” jawab Catherin mengalihkan pembicaraan.                 “Benarkah? Apa ada yang menyulitkanmu?” tanya Robert.                 “Tidak ada, kamu tidak perlu khawatir,” jawab Catherin menikmati makanannya.                 Robert adalah tunangan Catherine yang di pilihkan oleh Ayahnya, Mr. William. Robert mampu menerima kehadiran Jasmine di antara mereka, walau Robert sama sekali tidak pernah berbicara dengan Jasmine.  Mereka bertunangan baru 5 bulan ini dan rencananya pernikahan mereka akan di lakukan sekitar satu tahunan lagi. Ꙭ                 Aiden baru saja sampai di kantor Firma tempatnya bekerja.                 “Ambar, tolong bawakan semua dokumen dari perusahaan SR,” seru Aiden melalui interkom.                 Tak lama sekretarisnya masuk ke sana dengan beberapa dokumen di tangannya.                 “Ini dokumennya, Sir.”                 “Baiklah terima kasih, kamu boleh kembali,” seru Aiden saat Ambar telah menyimpan berkas-berkas itu di atas mejanya.                 Ambar menatap Aiden dengan tatapan penuh rasa kekaguman dan berjalan perlahan keluar dari ruangan itu.                 “Mr. Aiden akhir-akhir ini tidak lagi sedingin sebelumnya, dia menjadi lebih hangat dan lembut,” gumamnya tersenyum penuh rasa kagum.                 Didalam ruangannya, Aiden mulai membaca dan memahami mengenai perusahaan SR dimana Catherin yang merupakan direkturnya.                 Aiden tidak heran kalau saat ini Catherin memegang posisi sebagai direktur utama. Kenyataannya Catherin adalah tuan putri dari salah seorang billionaire. Tetapi yang membuat Aiden kagum dan menyukainya adalah sikapnya yang tidak pernah sombong maupun manja layaknya seorang tuan putri. Bahkan Catherin terbilang begitu dewasa dan sangat mandiri.                 “Kenapa akhir-akhir ini aku terus memikirkan Catherine?” gumam Aiden.                 Ingatannya menerawang pada kejadian terakhir, dimana ia melihat Catherine pergi bersama seorang pria.                 “Kalau aku tidak salah ingat, dia adalah Robert Gracious dari perusahaan GG corp. Sebenarnya apa hubungan di antara mereka berdua?” gumam Aiden.                 Perusahaan GG Corp adalah salah satu perusahaan terkemuka di Negara ini. Aiden yakin hubungan di antara mereka berdua bukan sekedar teman. Ꙭ                 “Mommy...”                 Panggilan itu membuat Catherin menoleh ke sumber suara.                 “Mine, kemarilah Nak,” seru Catherine saat melihat Jasmine berdiri di ambang pintu ruang kerjanya.                 “Mommy sedang sibuk?” tanya Jasmine berjalan mendekati Catherin yang tengah duduk di kursi kebesarannya dengan laptop di hadapannya.                 “Tidak terlalu, hanya ada beberapa pekerjaan yang perlu Mommy selesaikan,” ucap Catherin. “Apa kamu sudah mengerjakan tugas rumahmu?”                 “Sudah,” jawab Jasmine.                 “Kenapa tidak pergi tidur?”                 “Aku belum mengantuk. Mommy bisa bacakan aku dongeng lagi?” seru Jasmine penuh harap.                 Catherin tersenyum kecil dan beranjak dari duduknya.                 “Ayo,” ajak Catherin seraya membawa Jasmine ke dalam gendongannya dan berjalan menuju kamar Jasmine. Ꙭ
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD