Ahra tampak sedang berfikir, jujur ia sangat menyayangi nathan, tetapi ia takut jika nanti ia menjawab 'iya' maka akan terlalu terburu buru dan jika ia menjawab 'tidak' maka ia juga takut kehilangan nathan. Oke, ahra sudah menemukan jawaban yang tepat. Semoga ia tidak salah memilih. "baiklah, aku akan menjawab pertanyaan nathan." ahra memejamkan matanya sebentar dan mengambil nafas lalu membuangnya. "Aku.......... Em.." ahra menatap nathan sekejab dan juga sekelilingnya yang sedang menunggu keputusannya. "Ya aku mau." ujar ahra. "Mau apa?" tanya nathan lagi, karena nathan ingin ahra menjawabnya dengan lengkap. "Yes, I want to be your life companion." ujar ahra setengah deg degan dan semua orang yang berada disana pun bersorak gembira. Dengan cepat nathan memakaikan cincin di jari ma

