Setelah kejadian sore itu , bpk tidak lagi menyapa ibu dan aku . Hanya hening yang menghiasi rumah ini ,, rumah yang dulu penuh kehangatan kini berubah menjadi rumah yang dingin .tidak ada lagi canda dan tawa , tidak ada lagi keluarga yang bercengkrama sembari menikmati teh hangat , kini hanya ada kesedihan yang dalam .
****
Tubuh ku kini mulai menerima sosok baru dalam rahim ku , aku tidak lagi merasa mual dan pusing .
Hanya sesekali jika aku sedang banyak pikiran , memikir kan anak ku kedepannya .
Aku masih menunggu mas Ridwan , kandungan sudah memasuki usia 23mgg , perut ku sudah sedikit membuncit , tapi sama sekali belum ada kabar dari mas Ridwan .
"" sini nduk makan dulu , makan yang banyak agar kandungan mu sehat " ibu ku tersenyum sembari menuntunku untuk makan malam , ku lihat bpk sudah disana menyatap makanan dengan lahap , tanpa menoleh ke arahku , atau sekedar menawarkan makanan untuk ku . Padahal dulu sebelum peristiwa ini terjadi , bpk lah yang paling perhatian kepada ku sampai-sampai ibu pernah mengutarakan kecemburuan nya kpd bpk . Tapi sekarang hubungan ku dengan bpk sangat lah jauh , satu atap tapi tak saling menyapa .
Kami makan dengan diam , entah kenapa susah sekali menelan makanan yang ku kunyah , seperti terganjal sesuatu , semua sudah selesai makan tapi makanan ku masih utuh . ibu menghampiri ku dan memeluk ku , aku rasa air mata nya menetes lagi , mungkin iba menatap putrinya yang menyedihkan ini .
**
kulihat bpk mengintip dari balik gorden , dan aku melihat dia menangis dalam diam.
kapan kah penderitaan ini akan berakhir tuhan .