Setelah aku jujur bahwa mas ridwan lah yang menghamili ku , bpk masih sangat syok , aku tau pasal nya mas Ridwan orang yang sangat sopan , tercetak jelas kemarahan dan penyesalan di mata laki-laki yang sudah menjagaku selama ini , laki-laki yang berharap besar kepada putrinya , berharap putrinya akan mengangkat derajat orang tua nya . Tapi kini malah sebaliknya ,anak yang mereka banggakan dengan tega nya menjatuhkan nya sejatuh-jatuhnya , bagai melempar kotoran diwajah mereka .
***
" berapa kali bpk , ingatkan kamu nduk , untuk jadi wanita terhormat , bagai mana bisa kamu menyerahkan mahkota mu sendiri kepada laki-laki yang belum jelas setatusnya "
" sekarang bagaimana kamu akan meminta pertanggungjawaban dari Ridwan , hah !!! " bpk memijat pelipisnya pelan ,
" Mas Ridwan janji bakal jemput ayu ke kota pak " jawabku pelan , sebenarnya aku sendiri tidak tau apakah mas ridwan akan menepati janjinya atau hanya sekedar rayuan saja.
" apa yang bisa dijamin ridwan kalau dia akan jemput kamu , apa dia kasih alamat rumahnya , apa dia kasih nomer telepon nya ke kamu " kali ini bapak bicara dengan penuh emosi , mungkin kesal dengan kebodohan ku sendiri .
" maaf pak ayu tidak tau , ayu menyesal pak " tangis ku pecah , teringat saat ini ada janin di rahim ku , benih dari orang yang aku cintai , tapi aku tidak tahu harus bagaimana saat ini , karena aku tidak tau pasti apakah mas Ridwan benar-benar akan datang.
" Sudah pak sabar , kondisi ayu sedang lemah saat ini , nanti kita bicarakan baik-baik lagi ??" ibu mengusap lembut tangan bapak , berharap laki-laki itu akan sedikit mereda emosinya
" ini lah buk , ibu selalu membela ayu , makanya ayu berani berzina dibelakang kita , dia sudah mencoreng nama baik kita Bu " bentak bpk seraya berlalu , ku lihat ibu menangis sesenggukan , aku tidak kuat melihat netra sayunya menetes kan air mata , ku peluk erat-erat tubuh wanita tua ini , dan meminta maaf berulang ulangkali