Karenina memang tidak memukul atau pun menampar Alfa seperti hari itu. Namun, cubitan kecil di beberapa bagian tubuh, mampu membuat Alfa mengaduh dan meringis. Merasakan perih, karena yang Karenina lakukan sepertinya sungguh membalas dendam dari hati yang terdalam. “Ini KDRT loh, Ren,” gumam laki-laki itu seraya mengusap bekas merah di lengan, pipi, bahkan telinganya pun memerah karena tidak lepas dari tangan bar-bar Karenina. Kekuatan wanita yang sedang marah ternyata sungguh luar biasa. Sementara Karenina hanya memilih diam, menatap kembali ikan hias dengan banyak warna di depannya. Sebenarnya dia sedang menahan geli. Sekuat tenaga berusaha diri untuk tidak tertawa. Jujur ada lega yang kini ia rasakan. Kekesalannya berkurang banyak setelah berhasil melampiaskan semuanya pada

