4. Hutang 3-0

1127 Words
Helikopter yang membawa pasukan Damian beserta Meechella sudah mendarat di halaman penerbangan Markas Tentara Internasional Iraq. Dua orang dari tim medis militer berlari menghampiri Damian yang kini dibopong oleh rekannya. "Bantu kami membawanya ke dalam ruang perawatan," ucap tim medis itu kepada anggota Damian. Meechella menangis, dia ikut berlari mengikuti langkah mereka membawa Damian ke dalam ruang perawatan. Damian yang setengah sadar menggenggam tangan Meechella. Dia tersenyum ke arah Meechella sebelum tubuhnya dibawa masuk. Tubuh Meechella merosot kelantai, kakinya serasa lemas. Bagaimana jika Damian mati karena menolongnya? "Nona Indonesia, pelipismu terluka." Gary membuka suaranya. "A-aku tidak apa," jawabnya ditengah tangisannya. "Hei, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Ini sudah terbiasa terjadi dalam dunia militer." Meechella menatap Gary. "Maksudmu, kalian sudah terbiasa terluka?" tanya Meechella. Gary mengangguk, dia ikut duduk lesehan di samping Meechella. "Mati ketika bertugas itu bonus, bisa mati dengan bangga," ucap Gary membuat Meechella menatapnya aneh. Seorang dokter militer wanita masuk kedalam ruang perawatan, sebelum masuk wanita itu menoleh sekilas ke arah Meechella dan Gary yang duduk berduaan. "Nona Meechella!" pekik Siska berlari tergopoh-gopoh menuju Meechella. Di belakangnya, Abimanyu dengan wajah penuh kekhawatiran menuju keponakannya. Abimanyu tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Meechella tidak diselamatkan. Dia tidak tau harus mengatakan apa pada keluarga Corlyn dan William. Meechella adalah anak tunggal Nayna dan Chiko. "Paman." Meechella memeluk Abimanyu. Abimanyu memeluk erat keponakannya. "Paman hampir terkena serangan jantung mendengarmu diculik," ucap Abimanyu mengelus puncak kepala Meechella. "Para perwira militer telah menyelamatkanku, Paman." "Paman tahu mereka pasukan khusus, Ella pelipismu terluka." Meechella menggeleng, pelipisnya hanya terkena luka bakar ringan karena ledakan yang terjadi di markas macan putih. Nanti setelah dia oles dengan salep luka bakar pasti akan membaik sendiri. Tapi bagaimana dengan Damian? Apakah dia baik-baik saja? Suara pintu ruang rawat terbuka, semuanya menatap dokter yang baru keluar. "Bagaimana keadaan Kapten Damian?" tanya Gary mewakili pertanyaan yang akan keluar dari mulut Meechella. "Luka tembaknya tidak parah, besok Kapten Damian bisa keluar," ucap dokter wanita itu. Meechella hendak masuk kedalam, namun tangannya dicekal dokter wanita itu. "Kapten butuh istirahat setelah menyelamatkan wanita manja sepertimu," ucap dokter wanita itu dingin. Abimanyu memegangi lengan Meechella. "Kita harus kembali ke hotel, kamu pasti lelah," ucap Abimanyu. Meechella seakan enggan beranjak dari sana. Dia tidak akan tenang sebelum melihat bagaimana kondisi dari Damian. "Saya pribadi mengucapkan terimakasih kepada pasukan kalian, saya harap kalian bisa datang keacara pernikahanku besok malam. Terimakasih telah menyelamatkan keponakanku," ucap Abimanyu setulus hati sambil menyerahkan undangan pernikahannya kepada Gary. Gary tersenyum mengangguk, dia menerima undangan itu dengan senang hati. "Sampai jumpa lagi, Nona Indonesia," kekeh Gary melambaikan tangannya kearah Meechella. Setelah mereka semua pulang, Gary menatap Anneth tak suka. "Kenapa kamu bersikap kasar seperti itu Anneth?" tanya Gary sarkastik. "Kasar apanya? Kalau dia tidak bodoh mana mungkin Kapten Damian harus mempertaruhkan nyawanya demi dirinya. Dia tipikal wanita manja yang hidup di bawah nama besar keluarganya." Gary menggelengkan kepalanya, dengan angkuh dia berjalan meninggalkan Anneth tanpa berpamitan. Dia sangat malas berhadapan dengan Anneth. Entah kenapa dalam pasukan khusus mereka, Anneth-lah yang ditunjuk sebagai dokter pribadi mereka disaat ada banyak dokter berkemampuan sama bagusnya dengan Anneth Meechella memasuki kamar hotelnya setelah Abimanyu memastikan kondisi fisiknya baik-baik saja. Meechella adalah Sarjana Psikologi. Dia tahu benar bagaimana cara menangani dirinya yang tengah ketakutan. Dunia Psikologi membuat Meechella lebih peka perasaannya dengan orang-orang di sekitar mereka. Sebelumnya dia menempuh pendidikannya di School of Psychology, Faculty of Social Behavioral Science, University of Queensland, Brisbane, Australia. Keluarganya sangat menentang jurusan yang dia pilih. Bagi mereka, Meechella harus belajar bisnis demi kelangsungan bisnis keluarga mereka. Tapi sebagai orangtua, Nayna dan Chiko tidak ingin membebani Meechella dengan hidup yang tidak disukai putrinya. Apapun yang dipilih Meechella mereka akan mendukungnya. Meechella sendiri bergabung dengan Rumah Sakit milik keluarga Kusuma, Meechella bekerja di bawah pengawasan Alena. Dia sudah 6 bulan ini membuka praktik psikolog. Rencananya dia akan melanjutkan studynya lagi ketika dirinya sudah siap. "Aw arghhh." Meechella menahan perih saat pelipisnya terpecik air. Meechella memandang wajahnya di cermin, sungguh dia terlihat sangat kucel dan lelah. Dia butuh mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Ditengah-tengah rutinitas mandinya, Meechella memikirkan kembali kejadian siang ini. Bagaimana aksi heroik Damian menyelamatkannya. Dan ucapan Damian yang terdengar sangat lembut juga menenangkan. "Damian, Damian, Damian," ucap Meechella memejamkan matanya menikmati aroma bunga dari sabun cair yang dia gunakan. Tidak butuh waktu lama, Meechella menyelesaikan mandinya. Dia segera memakai pakaian dan memilih tidur. Tubuhnya terasa sangat lelah, dan mata Meechella seakan dibebani beban berat hingga Meechella tak mampu terjaga lebih lama lagi. *Hari selanjutnya Damian membuka matanya perlahan, tentu saja Damian tahu di mana berada. Dia juga masih ingat lengannya terluka dan mendapat satu luka tembak ketika menyelamatkan Meechella. "Meechella," panggil Damian ketika mengingat bagaimana wanita itu menangisinya. "Dia sudah pulang dijemput pamannya semalam." Damian menoleh, di sana berdiri Anneth memandangnya dengan tangan disilangkan ke depan d**a. "Bagaimana kondisinya? Dia terluka?" tanya Damian khawatir. Anneth berdecak kesal, dia memotar bola matanya jengah. Dalam kondisi seperti ini Damian masih memikirkan Meechella. "Dia baik-baik saja Kapten, semalam nenek sihir ini tidak memperbolehkan nona Indonesia melihatmu," ucap Gary. "Sekarang di mana dia?" "Di hotel penginapannya mungkin, pamannya tadi malam memberi kita undangan pernikahan," jelas Gary. "Pernikahan? Siapa? Siapa yang menikah? Meechella?" tanya Damian beruntut membuat Gary terbahak-bahak. "Bukan, pamannya yang menikah." "Untung bukan Meechel yang menikah, kalau dia yang menikah mending kemarin aku mati saja," ucap Damian mengelus dadanya lega. Anneth meninggalkan ruang perawatan Damian dengan kesal, semakin lama disana membuat otaknya semakin panas. Damian dibantu Gary memilih jas kondangan untuk menghadiri acara resepsi pernikahan Abimanyu. Tentu saja alasan utamanya untuk bertemu wanitanya.  Meechella sudah siap dengan longdress hitam rancangan dari Nadia. Kini dia berada di lantai 20 dimana pesta resepsi pernikahan Abimanyu akan digelar. Dia berjalan dengan anggunnya, menarik semua mata untuk menatapnya. Warna hitam, dipilih Nadia untuk menampilkan kulit putih bersih Meechella dalam acara itu. "Nona Indonesia," panggil seseorang yang dihadal Meechella. Dia adalah Gary, datang bersama ... Damian! Astaga, bagaimana nanti dia akan menghadapi Damian. Damian pasti akan mengejeknya cengeng jika mengingat dia kemarin sangat ketakutan. Meechella dengan cepat berjalan meninggalkan Damian dan Gary dibelakangnya. Namun naas, disaat itu pula heels Meechella tidak sengaja tersangkut karpet hingga membuat tubuh Meechella limbung. Meechella memejamkan matanya, dia pasti akan jatuh! Dan dia pasti akan menjadi trending topic malam ini, huhuhu. "Kok tubuhku melayang?" gumam Meechella ketika dia tidak merasakan sakit sama sekali ataupun jatuh ke lantai. Mata Meechella terbuka, kini mata mereka bertemu. Damian dengan sigapnya merengkuh pinggang Meechella agar tidak terjatuh. "Kamu hutang 3-0," ucap Damian mengerling kepada Meechella. Hembusan napas Damian menyapu seluruh wajah Meechella, membuat wanita itu menegang di tempatnya. Matanya membulat, sama sekali tidak terpikirkan dalam benaknya akan bertemu sosok lelaki yang semalaman memenuhi seluruh isi otaknya. --- JANGAN LUPA TEKAN LOVE YA SAMBIL NUNGGU CERITA INI UPDATE.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD