Tegak Keras di Pagi Hari

1595 Words

Marsha terbangun perlahan, seperti tubuhnya muncul ke permukaan air hangat. Ada sesuatu yang melingkari pinggangnya… hangat, keras, dan stabil, seperti kusen pintu yang bisa dijadikan sandaran saat dunia bergoyang. Dia berkedip, dua kali. Matanya menangkap warna abu-abu kaus polos yang terbentang tepat di depan wajahnya, d**a bidang. Dada bidang? Marsha mendesis pelan. “…tunggu dulu.” Dia mengangkat kepala sedikit. Di atas sana, wajah Kalandra tertidur pulas. Alisnya tegas. Rahangnya kencang. Bibirnya terkatup sempurna dengan sedikit suara napas berat yang menggetarkan d**a tempat Marsha bersandar. “…kenapa aku di pelukan Laksamana?” bisiknya ngeri. Lengan besar itu melingkar erat di pinggangnya, seolah Marsha adalah bantal favorit yang tidak boleh berpindah 1 cm pun. Lebih parah lagi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD