Tawanan Milik Jendral

2172 Words

Tentu saja Ibu Rindiani dan Ibu Maisa akrab dengan mudah, seolah menemukan frekuensi yang sama sejak pertemuan pertama. Mereka bertukar jadwal kosong untuk sekadar keluar minum teh, saling berkunjung, atau memasak bersama. Walau usia Ibu Rindiani lebih tua, semangatnya jauh lebih berisik, ia tertawa paling keras, bergerak paling cepat, dan tanpa lelah mempromosikan Kalandra sebagai menantu idaman yang langka di pasaran. “Kalandra ini hartanya banyak, sayang kalau gak ada yang nguras loh. Saya capek, harus dibantu tenaga yang masih kuat seperti Marsha.” Pertemuan di mall itu ditutup dengan pelukan hangat dan janji bertemu lagi. Kalandra kembali ke apartemennya, Marsha pulang ke dunianya dengan menyunting artikel tentang Pulau Seram dengan ketelitian yang nyaris obsesif. Hari-hari berikut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD