Gairah Tersembunyi

1558 Words

Setelah benar-benar sunyi, Kalandra baru mengendurkan dekapan. Ia menarik Marsha keluar dari balik tirai air terjun, langkahnya cepat dan tanpa ragu. Ia meraih tas gendong yang tadi disembunyikan, menyampirkannya, lalu berlari menembus semak ke arah hutan. “Pak—,” Marsha terengah, hampir tersandung akar. “Kenapa nggak balik lewat jalur tadi?” “Bahaya kalau pakai jalur yang sama,” jawab Kalandra singkat, napasnya stabil. “Kalau mereka menandai jejak, kita jadi sasaran empuk.” Mereka berhenti di bawah pohon besar berbatang lebar. Cahaya bulan menetes di sela daun, cukup terang untuk melihat tanah yang lembap dan licin. Kalandra menoleh cepat, memindai sekitar, lalu membuka tas. “Ganti baju,” katanya. Marsha membulatkan mata. “Di sini? Pak, ini hutan—” “Daripada masuk angin,” potongnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD