Ibu Rindiani bergerak seolah waktu tunduk padanya. Dalam hitungan hari, semua keputusan besar mengerucut, hotel bintang lima ternama di Jakarta, daftar tamu yang mengalir dari lingkaran keluarga hingga jejaring lama yang rapi, dan detail-detail yang ditata tanpa ragu. Ia bahkan memastikan Ocean Lily Café menjadi bagian dari perayaan itu, dessertnya hadir bukan sekadar pemanis, melainkan napas kecil yang memberi Marsha ruang tumbuh di tengah riuh. Perhatian itu terasa nyata, praktis, dan penuh perhitungan yang hangat. Sementara itu, Kalandra sudah berangkat untuk Operasi Arunika, namanya kerap muncul sebagai jeda sunyi di antara hari-hari Marsha. Ia beberapa kali datang ke apartemen itu, membersihkan sudut-sudut yang jarang tersentuh, membuka jendela agar cahaya masuk, lalu berbaring seben

