Dekap Hangat Laksamana

2197 Words

“Loh, Marsha kenapa jalannya pincang begitu, Sayang?” tanya Ibu Rindiani sambil menggeser piring besar ke tengah meja. Tangannya cekatan, matanya awas. “Tadi Kalandra ke sini, ‘kan? Dia nggak macam-macam sama kamu, ‘kan? Dia ngapain kamu?” Dari ruang tamu, Kalandra yang sedang duduk berhadapan dengan Bimo dan Andika langsung menggeleng pelan, satu alisnya terangkat tipis. “Dia jatuh di tangga, Bu,” katanya tenang. “Kenapa nuduh saya mulu. Anaknya yang ceroboh itu.” Marsha yang baru menuruni anak tangga terakhir mempercepat langkahnya ke dapur, senyumnya dipaksakan rapi. “Iya, Bu. Aku jatuh sendiri. Kaki aku kepeleset karpet tadi. Tapi sekarang udah baik-baik saja,” ujarnya sambil meraih sendok saji, mencoba mengalihkan perhatian. Ibu Rindiani mendekat setengah langkah, menatap Marsha da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD