Setelah bayangan masa lalu itu memudar, Vin membuka matanya perlahan. Napasnya terasa berat, kepalanya seperti dipenuhi asap kenangan yang ingin ia lupakan. Di meja kecil di sampingnya, sebuah benda persegi panjang terus berdering dan bergetar—ponselnya. Dengan malas namun gelisah, Vin meraihnya. Satu pesan dari Rangga memenuhi layar. ~Vin, jemput istrimu. Dia menangis karena rindu padamu. Jika kau punya masalah, ceritakan padaku. Pesan itu menghantam Vin lebih keras daripada yang ia harapkan. Pria itu segera bangkit dari duduknya, mengacak rambutnya kasar hingga helaiannya berantakan. Dia belum menyelesaikan neraka yang dia ciptakan sendiri untuk Kinara… Dan sekarang Hana juga menunggu, terluka karena merindukannya. “Hah… sial!” maki Vin, entah untuk keadaan, atau untuk dirinya send

