Jadi Rebutan ?

1143 Words

Akhirnya, Boram menyikapi Arbian selayaknya pelanggannya yang lain. Boram tersenyum, Arbian mengedip. “Sudah selesai Pak, mau bayar sekarang?” Arbian menaikkan alisnya, mengelus dagu. Boram mempertahankan senyuman pepsodentnya, menunggu. Kenapa tidak ada pelanggan lain yang mengantri di belakang lelaki ini supaya Boram memiliki alasan untuk mengusirnya. “Saya sudah duduk di sini selama empat jam lebih—” Arbian melihat jam tangan mahalnya, Boram mengerutkan dahi. Lalu kembali tersenyum saat Arbian kembali menatapnya. “Pesanan meja nomor empat belas,” katanya kemudian. Boram mengangguk, dengan cekatan mengecek pesanan untuk meja nomor empat belas di layar komputer di bawah tatapan Arbian. Boram mendelik melihat pesanan lelaki di hadapannya ini selama hampir empat jam seperti katany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD