Samudra masuk ke dalam rumah saat langit menebar warna orange cantiknya. Suara bising mesin jahit milik Mamanya yang berada di sisi lain ruangan yang khusus di jadikan tempat menjahit dan menerima pesanan yang menyambutnya. Mamanya yang cantik, banting tulang sendirian merawatnya dan sangat menikmati hobinya yang menghasilkan uang meski tidak seberapa. Samudra duduk di sofa, melepas baju seragamnya hingga hanya menyisakan dalaman putih miliknya, duduk meluruskan kaki bersandar di sofa dengan kedua lengan di atas kepala. Lelah. Dia masih bisa bernapas lega karena Ratu tidak apa-apa. Napas Samudra terlihat naik turun. Dia selalu khawatir dengan keadaan Ratu yang semakin lama semakin rapuh. Dia tidak bisa berbuat banyak selain menjaga gadis yang sudah dia anggap adiknya itu di sekolah. M

