"Bakar saja langsung, Bu, sambil dibacakan doa. Bahaya itu," usul Wulan. "Kamu punya korek gas?" tanyaku pada Ahmad. Ahmad langsung merogoh saku celana dan memberikan korek gas miliknya. Kami pergi ke halaman belakang, lalu berhenti tepat di dekat pohon mangga. Kuletakkan benda yang ditemukan tadi di tumpukan sampah plastik dan mulai membakarnya sembari membaca doa. "Berasa merinding tidak, sih?" ujar Wulan seraya mengusap-usap lengannya dan melihat ke sekeliling. "Tidak, tuh. Aku biasa saja," kata Ahmad. "Siapa yang mengubur benda ini, ya? Apa pelakunya masih sama dengan yang melempar batu waktu itu?" tanyaku penasaran. "Bisa jadi itu, Bu. Mungkin dia kesal karna tidak berhasil meneror secara langsung. Makanya, dia mengubah caranya menjadi mistis begini. Jahat sekali itu orang. Untu

