Percobaan Pendekatan?

2247 Words
Ben yang saat itu sadar jika mereka sudah dekat dengan tempat yang mereka tuju yaitu perguruan tempat Ben tinggal langsung saja mengatakan jika lebih baik mereka berhenti di sebelah perguruan tersebut saja agar ketika ada kendaraan yang ingin masuk atau keluar dari parkiran perguruan mobil besar Shen tak menghalangi. "Sepertinya ini sudah cukup Shen, sekarang parkirkan saja kendaraan mu di sebelah sini, agar tidak menghalangi orang yang akan keluar atau masuk ke parkiran ini hehe," ujar Ben, sedikit bercanda. "Ya tentu Ben. Lalu sekarang dimana gurumu? apa dia sedang melatih di jam sekarang Ben?" tanya Shen. "Ya Shen, dia tentu saja sedang melatih semua anak buahnya yang ada di perguruan ini, jadwalnya padat karena setiap hari sesi latihan di bagi menjadi 3 waktu Shen. Guru sangat baik hingga mengubah jadwal latihannya seperti ini jadi ketika aku sibuk karena jam kuliah yang ada ketika pagi sampai siang hari, aku jadi bisa tetap ikut latihan ketika sore hari, seperti sekarang dan beberapa hari sebelumnya Shen. Ayo masuklah, sekarang aku perkenalkan kau dengan guru," jawab Ben, lalu mengajak Shen masuk untuk memperkenalkannya langsung kepada Ster. "Wow kau beruntung Ben karena mendapatkan guru yang baik sehingga kau bisa mendapatkan waktu untuk berlatih meskipun kau sibuk di perkuliahan," ujar Shen. "ya baik ben, tapi tunggu sebentar Ben aku merasa malu karena ini pertama kali aku datang kemari. Kau tentu tak akan meninggalkanku berbincang hanya berdua dengan gurumu kan Ben? aku tentu saja membutuhkanmu untuk menemaniku,"ujar Shen. "Ya tentu saja Shen, kau tak usah khawatir karena aku akan mencoba untuk tetap ada bersamamu, lagi pula santai saja guru orang yang baik dan loyal dia tak segan menerima siapapun disini untuk berlatih atau berolahraga tanpa membedakan dari sisi materi, pengetahuan atau apapun Shen. Dia tak akan sampai bicara hal yang tidak kau inginkan tenang saja!" seru Ben. "Ya baiklah Ben aku mencoba untuk tenang, tapi tetap saja aku membutuhkan teman yang memiliki pengalaman lebih yang tentu saja bisa menemaniku ketika aku, diberikan pertanyaan oleh guru nanti agar aku tak merasa gugup dan malu hehe. Jadi kesimpulannya seseorang, kau tak akan keberatan jika aku ingin kau menemaniku kan Ben?"tanya Shen lagi. "Ya Shen baiklah, tenang aku akan mencoba untuk menemani mu sampai kau benar-benar bisa tahu mengenai semua yang ada disini, dan tentu saja diterima oleh guru mengenai kau yang ingin ikut berlatih disini," ujar Ben. "Baiklah Ben, terima kasih banyak," ujar Shen. Dan saat itu seperti yang dikatakan oleh Ben saat itu dengan cepat diapun langsung saja mengajak Shen pergi ke ruang tengah dimana saat itu tentu saja Ben mengira jika Ster sedang melatih teman-teman nya yang lain, seperti biasa. Dan pikiran Ben saat itu tepat, Ben yang langsung pergi ke ruang tengah berniat menghampiri Ster langsung saja bisa dia lakukan, karena Ster memang sedang ada di ruangan tersebut memperhatikan semua murid-murid yang sedang dirinya latih tentu saja. "Guru, aku membawa temanku yang kemarin aku katakan ingin ikut berolahraga disini," ujar Ben, ketika sudah dekat dengan Ster. "Oh Ben, aku tak sadar kau sudah ada disini dengan temanmu," ujar Ster. "Dan ini temanmu yang kau ceritakan itu rupanya, baiklah ikuti aku. Kau tentu saja menemuiku karena ingin berbincang denganku kan?" tanya Ster. "Ya aku baru sampai barusan guru," jawab Ben. "dan ya, ini temanmu yang aku maksudkan ingin ikut berolahraga disini guru, ketika aku mengatakan jika kau menyarankan dia langsung pergi kemari untuk melihat keadaan disini, diapun langsung antusias dan sekarang inilah dia orang yang aku maksudkan sudah ada di depanmu guru," ujar Ben. "perkenalkan dirimu dengan baik dAn sopan Shen," ujar Ben. "O-oh iya baik. Selamat siang guru, aku Shen temannya Ben di kampus, aku datang kemari karena aku ingin ikut memakai fasilitas berolahraga disini guru, seperti sebuah lapangan untukku berolahraga lari guru," ujar Shen. "Ya baiklah, Ben sudah mengatakan itu dan sekarang kau benar-benar cepat tanggap ya, ketika aku menyarankan agar kau datang kemari kau tak bicara atau beralasan yang menunjukkan jika kau memang serius ingin ikut berolahraga disini Shen. Bagus, aku senang dengan sikapmu yang cepat tanggap ini. Tapi seperti yang aku katakan kepada Ben kemarin sebelum kau memulai berolahraga disini tentu saja agar membuatmu lebih mengenal tempat ini, dan membuatmu lebih yakin kau ingin ikut berolahraga disini atau tidak silahkan kau lihat dan kenali saja dulu semua tempat yang bisa kau gunakan untuk berolahraga disini. Dan Ben kau bisa kembali menolongku kan?" ujar Ster, lalu bertanya. "Menolong? aku mencoba untuk selalu siap ketika kau memiliki sesuatu yang membutuhkan pertolongan guru, tapi apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Ben. "Tolong antar temanmu ini pergi berkeliling ke tempat dan ruangan yang biasa kita gunakan untuk berolahraga Ben, pastikan dia melihat seluruh fasilitas dan ruangan yang tentu saja bisa digunakan jika dia ingin berolahraga nanti, lalu jika dia sudah melihat semuanya tentu saja dia bisa memutuskan ingin benar-benar ikut berolahraga disini atau tidak. Kau paham kan?" jawab lalu tanya Ster. "Ya guru, baik. Aku paham dengan apa yang kau katakan, dan tentu saja aku bisa menolong apa yang kau katakan guru," jawab Ben. "baiklah Shen, sekarang ayo lebih baik kita pergi aku akan memperkenalkanmu ke semua ruangan yang biasa dijadikan sebagai tempat berolahraga di perguruan ini sekarang," ujar Ben. "B-baik Ben. Guru aku pamit dan ijin untuk berkeliling," ujar Shen, ijin dengan sopan. "Ya silahkan, kembalilah kemari jika kau sudah selesai berkeliling. Tapi tenang saja ruangan disini tidak terlalu banyak yang bisa kita gunakan untuk berlatih jadi tentu saja tak akan menyita banyak waktu," ujar Ster. "Ya, baik guru," jawab Shen, dan Ster hingga yang mereka lakukan saat itu tentu saja langsung berangkat untuk berkeliling di perguruan ini. Karena perguruan itu memang tak terlalu memiliki banyak tempat yang dijadikan sebagai tempat untuk berolahraga atau berlatih memang tidak membuat mereka menyita banyak waktu karena harus terus berjalan pergi menghampiri satu per satu ruangan disana, tapi meskipun begitu karena di setiap tempat yang Ben tunjukan kepada Shen saat itu memiliki sebuah suasana yang nyaman Shen pun jadi langsung saja tidak ingin meninggalkan tempat tersebut dulu, yang dia lakukan memotret tempat yang akan menjadi tempatnya berolahraga saat itu. "Kau tak keberatan jika aku memotret dan sedikit melihat lebih lama tempat yang akan kita gunakan untuk berolahraga ini kan? jujur saja setiap aku memasuki tempat berolahraga tadi, 2 ruang yang sudah aku lihat begitu membuatku nyaman Ben, dan sekarang aku benar-benar merasa sangat nyaman dan terpesona dengan pemandangan, udara, dan tentu saja dengan keberadaan tempat olahraga ini Ben, aku benar merasa tertarik untuk ikut berolahraga disini dan menggunakan balkon perguruan ini untuk aku berolahraga. Ya Ben, balok perguruan ini yang akan menjadi tempatku berolahraga, tempat favoritku Ben," ujar Shen terpesona dengan keindahan beberapa ruang yang akan menjadi tempatnya berolahraga, dan tentu saja tempat favorit Shen berolahraga di perguruan tersebut. "Wow aku tak menyangka kau akan bisa mendapatkan keputusan yang begitu cepat, dan yang membuatku kaget adalah kau yang begitu sangat terpesona dengan perguruan ini padahal jika dilihat beberapa ruangan ini tak terlalu mencolok Shen. Hanya saja jika mengenai tempat berlari yang dibuat mengelilingi bagian tengah balkon ini aku juga merasa sangat menyukai dan terpesona dengan keindahan pemandangan, dan udara yang ada disini Shen," jawab Ben, merasakan hal yang sama dengan Shen mengenai balkon perguruan tersebut yang memang membuatnya terpesona bahkan menyukainya. "kau tak usah bertanya seperti itu Shen, karena aku juga merasakan hal yang sama dengan apa yang kau rasakan tentu saja aku juga merasakan sesuatu yang kau rasakan jadi tentu saja silahkan puaskan dirimu untuk mengambil beberapa gambar di balkon ini Shen, dan jika ingin kau bisa menikmati saja dulu suasana yang ada disini, rasakan dan nikmatilah Shen," ujar Ben, memberikan saran agar Shen menikmati saja dulu pemandangan hingga suasana dan udara yang ada di balkon perguruannya itu. "Terima kasih Ben, kau begitu mengerti dengan apa yang aku rasakan sekarang dan kau benar-benar membuatku senang karena selain kau mengerti, kau juga begitu memberikanku kebebasan yang tentu saja membuatku merasa sangat nyaman karena bisa mendapatkan kesempatan untuk menikmati dulu pemandangan, suasana, dan udara yang ada disini. Terima kasih Ben, aku benar-benar menikmati sampai merasa sangat tertarik untuk terus berada disini dan tentu saja untuk berolahraga disini Ben, terima kasih," ujar Shen, kembali berterima kasih kepada Ben yang sudah memberikan Shen kebebasan untuk menikmati suasana yang ada di balkon tersebut. "Tentu Shen, nikmatilah apa yang ingin kau nikmati hingga kau merasa benar-benar nyaman dan benar-benar ingin berada disini, sehingga ketika kau mulai berolahraga disini kau bisa melakukan kegiatanmu itu dengan semangat," ujar Ben. "Ya Ben tentu, terima kasih banyak," jawab Shen, kembali berterima kasih. "Lalu sekarang jika aku mendapatkan kesepakatan dan memang benar-benar ingin sudah mendapatkan keputusan yang bulat benar-benar ingin ikut berolahraga disini apa yang harus aku lakukan? mungkin aku harus membayar dulu biaya yang ditetapkan disini ketika aku memakai fasilitas olahraga disini, dan mungkin sepertinya aku juga harus membayarmu karena bantuanmu yang sangat begitu bisa aku terima ini Ben?" tanya Shen. "Jika mengenai itu tentu saja itu harus kembali kau bicarakan dengan guru nanti Ben, yang terpenting sekarang adalah kau sudah mendapatkan kecocokan yang membuatmu benar-benar yakin ingin berolahraga disini Shen," jawab Ben. "lalu mengenai itu, kau tak usah berlebihan Shen karena aku tidak sedikitpun mencoba untuk memanfaatkan semua ini, meskipun kau benar-benar merasa sangat terbantu dengan apa yang aku lakukan ini, tapi aku hanya benar-benar berusaha untuk membantu tidak ku anggap sebagai bisnis. Jadi tentu saja kau tak usah memberiku imbalan apa lagi berupa uang sepeserpun, dan sekarang karena kau sudah mendapatkan keputusan dan sepertinya sudah yakin dengan apa yang ingin kau lakukan mungkin sekarang sebaiknya kita kembali menghampiri guru untuk bicarakan mengenai keputusanmu Shen?" ujar Ben saat itu juga mengatakan jika apa yang dirinya lakukan sekarang hanya memang berniat membantu Shen, bukan untuk memanfaatkan keberhasilan bantuan yang Ben kepada Shen. "Ya baiklah Ben, sepertinya tentu saja itu yang harus kita lakukan sekarang karena aku juga sepertinya sudah tak sabar ingin mengatakan hal bahagia ini lalu kemudian harinya aku akan langsung bisa menikmati fasilitas, udara, dan tentu saja suasana yang menakjubkan indah ini Ben," ujar Shen dengan semangat. "Kau baik sekali Ben, tapi meskipun kau bicara seperti itu aku tetap memaksa untuk memberikanmu imbalan atas bantuanmu yang sangat membuatku bahagia ini Ben, jadi tunggulah nanti karena aku akan memberikanmu imbalan untuk bantuan yang sangat begitu aku bisa terima ini Ben. Ayo Ben, kau bisa mengantarku kembali menemui guru kembali sekarang?" ujar Shen kekeh ingin memberikan Ben imbalan meskipun bukan sekarang, lalu meminta untuk ditemani kembali ke tempat Ster berada. "Ya terserah kau saja Shen yang penting aku sudah mengatakan jika aku tak sebenarnya tak mengharapkan hal tersebut darimu, untuk membalas bantuan yang sudah aku lakukan kepadamu ini. Dan sekarang Shen, tentu saja aku bisa kembali mengantarkanmu bertemu lagi dengan guru di bawah untuk mengatakan keputusanmu ini. Ayo Shen,"ujar Ben, mengajak kembali Shen untuk langsung bertemu lagi dengan Ster ingin mengatakan mengenai keputusannya yang tentu saja sudah bulat ingin benar-benar ikut berlatih di perguruan ini dengan Ben. "Baiklah Ben, terima kasih," ujar Shen sambil langsung saja mengikuti Ben yang mengajaknya bertemu dengan Ster kembali saat itu. Dan ketika Ben sudah ada di ruangan tempat Ster melatih teman-teman Ben, Ster pun mendahului Ben bertanya karena tepat ketika Ben datang Ster mendengar dan langsung melihatnya hingga yang dilakukannya saat itu langsung saja bertanya kepada Ben. "Kalian sudah kembali juga. Baiklah kau sudah melihat seluruh ruangan yang sama biasa kami gunakan untuk berlatih dan berolahraga Shen?" tanya Ster, ketika menyambut mereka yang datang kembali ke ruangan dimana Ster melatih saat itu. "Y-ya guru, aku tadi sudah berkeliling dan aku menghabiskan cukup banyak waktu sepertinya. Maaf tadi aku terlena karena merasakan kenyamanan yang ada di salah satu ruangan berolahraga guru, aku sepertinya terlalu menikmati suasana yang ada di sana jadi aku tak sadar sudah menghabiskan banyak waktu untuk berada di satu ruangan tersebut," ujar Shen, meminta maaf menganggap jika dirinya menghabiskan waktu yang cukup lama karena terlalu terpesona dengan salah satu ruang berolahraga tadi. "Benarkah itu? ruang mana yang begitu sangat membuatmu terpesona dan membuatmu merasa sangat sepertinya nyaman Shen, sehingga kau menganggap jika kau menghabiskan banyak waktu tadi?" tanya Ster. "Sepertinya bukan sebuah ruangan, tapi lebih tepatnya adalah sebuah tempat berlatih outdoor dan yang aku maksudkan adalah balkon perguruan ini guru, memang sedikit menakutkan karena lintasan berlari kita berada di pinggir dari balkon, tapi meskipun begitu balkon itu begitu sangat membuatku nyaman dan tertarik untuk ada di sana karena udara, suasana, dan pemandangannya yang indah guru," jawab Shen, bersemangat menceritakan mengenai yang dirinya rasakan ketika ada di balkon perguruan itu. "Wow ini kejutan haha. Baguslah Shen, dengan seperti ini kau adalah seseorang yang kesekian kalinya yang memuji balkon di perguruan ini karena suasana, dan udara baik yang kau dapatkan disana Shen. Aku percaya kepadamu Ben kau akan melakukan tugas yang aku berikan dengan baik," ujar Ster, lalu memuji Ben yang begitu baik mengerjakan sesuatu yang Ster perintahkan saat itu. "Terima kasih guru, aku tentu saja akan sangat mencoba untuk melakukan semua yang kau minta dengan baik, tanpa harus mengecewakanmu," jawab Ben. Sementara saat itu Ben dan Ster sedang berbincang memuji kebaikan Ben dalam melakukan sesuatu, Shen tersenyum sambil melihat ke arah wajah Ben. "Maafkan aku Ben, aku hanya mencoba untuk dekat denganmu bukan mencoba untuk melakukan hal yang tak baik kepadamu. Tapi semua yang aku lakukan ini bukan semata-mata untuk agar aku bisa dekat denganmu Ben, tapi aku memang berpikir ingin memiliki tempat yang bisa aku jadikan untuk berolahraga tapi karena kebetulan kau yang menolongku dan sekarang bahkan yang aku jadikan tempat berolahraga adalah tempatmu berlatih bela diri sekaligus tinggal tentu saja percobaan untukku mendekatimu akan berhasil Ben," ujar Shen dalam hatinya ketika melihat ke arah wajah Ben.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD