Chapter 7

1307 Words

                Z menghentikan mobil dengan jarak cukup jauh dari sebuah mobil yang sedari tadi dikuntit ia dan Bryan agar tak menarik perhatian, kedua pria itu memperhatikan dua sosok—wanita dewasa dan seorang remaja—yang keluar dari sana memasuki sebuah rumah menyendiri di tengah padang hijau berhutan tersebut.                   “Lo yakin emang di sini rumahnya?” tanya Bryan, menguap kemudian karena hari sudah malam dan seharian hanya menguntit tanpa istirahat, ngantuk.                   “Itu adek sama ibunya Soraya, sesuai di gambar file,” jelas Z, mendengkus. “Ayo, keluar, kita samperin!” Ia mendorong bahu Bryan agar tetap terjaga.                   Bryan mengusap matanya. “Oke, oke.”                   Bryan dan Z pun keluar dari mobil, melangkah ke arah rumah tersebut yang ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD