“Sayang ....” Ibu Soraya menghampiri putri sulungnya yang ada di kamar. “Aku gak mau nikah sama dia! Dia berisik, galak!” sahut Soraya ketika ibunya yang berdiri di ambang pintu memanggilnya. Ia lalu menghampiri gadis kecilnya itu, duduk di tepian kasur seraya mengusap puncak kepalanya. “Aku gak mau ....” “Kamu gak denger dia janji berubah, Sayang? Dia udah janji, lho ....” Soraya menatap ibunya sendu. “Dia juga sempet pengen bunuh diri karena tahu udah ngehamilin kamu, entah tahunya karena apa,” jelas wanita itu. “Tapi kata Mamah, aku bisa jadi single parent aja, terus kalian yang bantuin aku ....” Soraya mengingat apa yang dikatakan keluarganya tempo hari, sebuah pilihan yang dibuat mereka sendiri.

