Chapter 9

1387 Words

                “Pagi, Sayang ...,” sapa sang ibu usai membuka jendela kamar Soraya, membiarkan cahaya pagi masuk melalui sana dan menerangi kamar, kemudian mengusap rambut Soraya, dan tak disangka gadis itu merengek sambil menjauhkan dirinya agar tak disentuh. “Sayang, bangun, yuk. Bersihin badan, terus sarapan ....”                   “Enggak mau,” rengek Soraya, matanya pun enggan dibuka.                   “Sayang, kasian dedeknya ... gak mandi gak papa, tapi kamu harus sarapan, ya?” bujuk wanita itu.                   Soraya yang mendengar iba dengan bayi dikandungannya, pun membuka mata, ia merengutkan bibir. “Enggak mau bangun, pas bangun pusing, aku mau muntah,” dalih perempuan muda itu, ibunya menghela napas panjang.                   “Ya udah, Mamah bawain makanan buat kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD