Bryan bangun dari tidurnya dengan segar bugar, bahagia, sehat sentosa setelah tidur dari ritual malamnya. Ia membersihkan diri, memakai pakaian terbaiknya, kemudian keluar dari kamarnya menuju dapur. Siapa sangka, nyatanya Soraya ada di sana, pria itu langsung menyerobot duduk di kursi kosong di samping Soraya. “Eh, Kak, itu kursi aku!” tegur Toro yang tak terima kursinya diambil, ayahnya langsung berisyarat agar Toro tak menganggu dan duduk di kursi samping pria itu, karena sadar Bryan tengah PDKT dengan putrinya. “Sini, duduk di samping Papah!” kata sang ayah, Toro langsung membulatkan mata sempurna sadar akan kesalahannya hingga ia memilih beranjak menuju ke kursi yang ditunjuk sang pria. “Jangan kek gitu, kamu

