“Zainudin, akhirnya lo pulang!” Bryan langsung berdiri dari duduknya menghampiri Z yang baru keluar mobil. “Lo mau gue gampar?” tanya Z kesal karena pria itu menyapanya dengan nama aslinya. Bryan hanya menunjukkan dua tanda perdamaian di kedua tangan padanya. Z mendengkus mengeluarkan barang-barang dari mobil. “Bantuin gue, dong!” “Lo beli yang gue suruh?” Bryan malah bertanya. “Tuh ada, tuh!” Mendengarnya, Bryan langsung menghampiri mobilnya untuk mengambil dua benda penting itu sementara Z mengangkat dua buah koper kemudian melangkah masuk rumah. Sedang Toro dan sang ayah ternyata juga keluar, langsung menyerobot membantu membawa barang-barang. Bryan bukannya membantu malah hanya mengambil bin

