bc

Orang Ketiga

book_age18+
43
FOLLOW
1K
READ
billionaire
possessive
contract marriage
one-night stand
arrogant
scandal
CEO
drama
city
like
intro-logo
Blurb

Warning!!! Cerita ini mengandung unsur dewasa. Jadi untuk para bocah di bawah umur, harap minggir, ya.

Ketika seorang CEO tampan jatuh cinta kepada istri karyawannya sendiri. Dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya

"Aku mencintaimu."Chasel mengelus lembut wajah cantik Zelle, perempuan yang berstatuskan istri orang itu. "Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku." Ucapnya kembali dengan tatapan matanya yang tajam seakan_akan mampu menusuk relung hati Zelle yang saat ini berusaha untuk menyingkirkan tangan sialan itu dari wajah cantiknya.

"Berhenti menggangguku. Carilah perempuan lain, karena aku sudah memiliki suami."Sengit Zelle penuh amarah, sementara Chasel hanya menanggapinya dengan senyuman devil di wajah tampannya.

Cinta dan juga obsesi datang bersamaan, tidak perduli perempuan itu sudah memiliki suami, Chasel tetap harus mendapatkannya. Apapun caranya Chasel harus membuat Zelle menjadi miliknya.

chap-preview
Free preview
Pertemuan pertama
Restaurant N Grill Makan malam terasa sangat membosankan bagi Chasel si laki_laki tampan namun angkuh itu, ia menatap satu persatu karyawannya yang terlihat sangat menikmati hidangan mahal yang ada di restauran tersebut. Chasel menarik nafasnya dalam dan mengeluarkannya secara kasar, sungguh ia ingin sekali keluar dari tempat yang membosankan ini. "Tidak ada yang menarik." Gumamnya seraya mengambil minuman miliknya, lalu meneguknya secara perlahan. "Pak Chasel mari kita bersulang untuk merayakan kemenangan proyek baru kita." Salah satu karyawan laki_laki memakai kacamata terlihat polos datang menghampiri Chasel yang tengah asik menikmati minuman miliknya. Chasel tidak menggubrisnya, ia terus meneguk minumannya hingga tak tersisa, kemudian Chasel menaruh gelas yang sudah kosong itu di atas meja. Sementara laki_laki yang berkacamata itu masih tetap berdiri di hadapannya sambil memegang segelas minuman di tangan kanannya. "Pak Chasel, apakah anda ingin bersulang dengan saya untuk merayakan kemenangan proyek baru kita?"Tanyanya lagi karena tadi tidak mendapat respon dari Chasel atasannya. Chasel mengernyitkan keningnya tidak suka, ia menatap wajah polos laki_laki itu yang tengah menampilkan senyuman tulusnya kepadanya. "Tampang bodoh ini." Gumamnya dalam hati."Hmm... Baiklah mari kita bersulang untuk merayakan kemenangan kita." Chasel menuangkan wine ke dalam gelasnya kemudian ia mengangkat gelasnya, raut wajahnya seketika berubah menjadi hangat dan bersahabat. Namun asal kalian tau, itu hanyalah sebuah topeng belaka. Karena Chasel adalah laki_laki yang sangat sulit di tebak. Ia menunjukkan wajahnya yang ramah, namun tidak dengan hatinya. Laki_laki berkacamata itu tersenyum ramah, ternyata rumor yang mengatakan bahwa Chasel si bos angkuh itu salah. Pikirnya." Ternyata anda tidak seperti rumornya pak Chasel." Ucap laki_laki setelah ia meneguk minumannya. "Rumor apa yang kau maksud?" Tanya Chasel pura_pura tidak tahu padahal dirinya selalu mendengar rumor yang beredar di kantornya. "Ah tidak pak." laki_laki itu merutuki kebodohannya. "Apa saya boleh duduk di sini."Tanya si laki_laki itu sambil menunjuk kursi kosong yang berhadapan dengan Chasel, Chasel hanya mengangguk, membuat laki_laki itu langsung duduk dengan senyuman yang masih mengembang di wajahnya. Chasel kembali meneguk minumannya hingga tak tersisa, lalu ia menaruhny kembali di atas meja."Kau bekerja di bagian apa?" Tanya Chasel tiba_tiba kepada laki_laki berkacamata itu. "Ah saya hanya karyawan biasa pak."Jawabnya sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Oh." Chasel hanya ber oh ria, ia tidak lagi mengeluarkan suaranya. Yang jelas malam ini ia ingin pergi dari tempat membosankan itu. Setelah beberapa menit akhirnya makan malam pun selesai. Dengan segera Chasel membawa kakinya keluar." Ah sialan. Gara_gara papa yang memaksaku untuk berinteraksi dengan orang_orang bodoh itu. Aku harus menghabiskan waktuku yang sangat berharga ini. Benar_benar menyebalkan." Gerutu Chasel sambil mempercepat langkah kakinya. "Pak Chasel. Anda akan langsung pulang pak?" Laki_laki berkacamata tadi datang menghampirinya. "Apalagi yang ingin di lakukan si bodoh ini?" Chasel bertanya dalam hati." Hmm menurutmu?" Chasel memutar tubuhnya dan menatap dingin karyawan itu. "Ah emm..." Laki_laki itu terlihat gugup mendapat tatapan dingin dari atasannya tersebut." Maa..." Sebelum laki_laki itu menyelesaikan ucapannya, tiba_tiba saja suara lembut perempuan masuk ke gendang telinganya. "Sayang. Apa kamu sudah selesai makan malamnya?" Tanya seorang perempuan cantik berjalan menghampiri laki_laki berkacamata itu. Chasel yang mendengar suara lembut itupun seketika menoleh dan tatapannya terkunci pada sosok perempuan cantik yang memakai dress berwarna merah marun yang sangat cocok dengan kulitnya yang putih. "Cantik sekali. Siapa dia?"Chasel bertanya_tanya dalam hatinya. Tatapan matanya tidak lepas dari wajah cantik itu sehingga membuat perempuan itu merasa tidak nyaman. "Kamu sudah sampai sayang. Kebetulan sekali aku baru selesai."Ucap si laki_laki berkecamata itu yang tak lain adalah Carlos, sambil mengecup kening perempuan itu dengan mesra. Chasel menatapnya tidak suka, namun ia tetap berusaha untuk memperlihatkan wajah datar seperti biasanya." Jadi siapa perempuan cantik ini? Apakah dia kekasihmu?" Tanya Chasel sembari mengerutkan keningnya bingung. Bagaimana bisa perempuan cantik itu mau berhubungan dengan orang yang terlihat bodoh seperti Carlos. Seharusnya perempuan seperti itu cocoknya dengan dirinya yang memiliki segalanya. Pikirnya. "Ah dia bukan kekasih saya pak. Tetapi dia istri saya." Dan jawaban dari Carlos sukses membuat Chasel mengepalkan kedua tangannya, ia tidak mengira jika perempuan yang baru saja memikat dirinya adalah istri dari karyawannya sendiri. Sungguh sangat menyebalkan. "Oh. Apa kalian sudah lama menikah? Sepertinya kalian terlihat sangat bahagia seperti pengantin baru."Chasel kembali bertanya dengan nada datarnya. "Ah pak Chasel pintar sekali menebak. Sebenarnya kami memang pengantin baru. Kamu baru menikah bulan kemarin dan rencananya kami akan pergi menonton malam ini. Tetapi karena ada acara mendadak. Saya jadi membatalkannya." Terang Carlos sambil merangkul mesra pinggang istrinya." Oh ya sayang. Kenalkan ini pak Chasel CEO muda di tempatku bekerja. Dan pak Chasel perkenalkan ini Zelle istriku." Zelle nampak ragu untuk mengulurkan tangannya," Zelle." ucapnya sembari memperlihatkan senyuman manisnya yang membuat Chasel semakin terpesona akan kecantikannya. "Chasel. Senang bertemu denganmu." Ucap Chasel di iringi dengan senyuman tampannya tak lupa tatapan matanya yang begitu dalam." nama yang cantik seperti orangnya. Kau sangat beruntung memiliki istri secantik dia." Ucapnya kepada Carlos. "Ya anda benar pak. Saya sangat beruntung memilikinya. Dia adalah perempuan yang paling sulit untuk saya dapatkan." Carlos kembali memamerkan kemesraannya. Ia tidak tau jika perbuatannya itu mampu membuat Chasel memanas." Kalau begitu kami permisi dulu pak Chasel." "Kenapa buru_buru sekali? Apa kau tidak ingin minum denganku sebentar?" Chasel berucap sambil menatap Carlos. "Ah bukankah Anda bilang akan langsung pulang.." "Ah tentu, tadinya aku memang ingin pulang, namun sekarang sepertinya aku tidak tertarik untuk pulang, aku lebih tertarik untuk memandang wajah cantik istrimu."Batin Chasel sambil sesekali melirik ke arah Zelle."Apa kau sangat keberatan untuk minum denganku?"Tanyanya membuat Carlos merasa tidak enak hati untuk menolaknya. "Ah tidak. Saya tidak keberatan sama sekali. Justru saya sangat senang karena bisa minum dengan anda."Jawab Carlos dengan cepat, tentu saja ia tidak bisa menolak tawaran bosnya tersebut. "Kalau begitu ayo kita pergi." Ajak Chasel sembari melangkahkan kakinya pergi. Carlos menganggukkan kepalanya pelan."Sayang mari kita pergi." Ajaknya kepada istri tercintanya. Zelle hanya mengangguk pasrah, sejujurnya ia ingin sekali menolak, entah mengapa ia merasa tidak nyaman dengan tatapan bos suaminya itu, namun mengingat dia adalah atasan sang suami, tentu saja membuat Zelle enggan untuk menolaknya. "Argh kenapa perempuan secantik dia bisa menjadi istri si bodoh ini? Bukankah perempuan seperti dia hanya cocoknya denganku? Apakah dia sudah buta?"Chasel terus bertanya_tanya dalam hatinya. Ia benar_benar tidak menyangka jika karyawan yang terlihat bodoh itu memiliki istri secantik Zelle. Bersambung.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.4K
bc

TERNODA

read
198.7K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
59.8K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook