bersiaplah..

640 Words
seminggu kemudian.. Para Tentara sudah berada di lapangan,mereka sedang melaksanakan latihan fisik.Ditemani instruktur ahli,semua bertelanjang d**a sembari melakukan olahraga cukup berat saat itu.Pagi begitu terik terasa,padahal jam masih menunjukkan angka 8 pagi.Yel-Yel penyemangat berkumandang dari barisan pasukan yang berlari pagi mengelilingi lapangan. Randy,Miki dan Rai sedang melakukan s**t up,diawasi oleh kolonel Sanders yang saat ini berada beberapa meter dihadapan mereka. "Wah,luar biasa sekali latihan fisik seperti ini.Sejujurnya aku tidak pernah bisa menyukainya.." Ujar Miki yang tampak begitu kelelahan. "Lantas kenapa kau menjadi Tentara? Jadilah orang kantoran seperti eksekutif muda jika kau tak ingin latihan fisik begini.." Ejek Rai. "Memakai kemeja,dasi,melakukan meeting di cafe agar terlihat elite serta bisa merayu para gadis? bisa saja kulakukan hal itu sejak dulu.Tapi aku bukan Pria semacam itu.." "Kau hanya menyukai tiduran diatas ranjang sembari bermain game,bukan?" lanjut Rai mengejek. "Serta memikirkan Beby.." Randy yang sejak tadi hanya mendengarkan perdebatan mereka,akhirnya ikut mengejek Miki. "Kalian ternyata begitu memahamiku,aku bangga memiliki sahabat seperti kalian,hahaha.." ketiganya tertawa terbahak-bahak sampai Kolonel Sanders memberikan aba-aba berhenti sebagai tanda teguran atas tingkah laku mereka. "Sebaiknya kalian lebih mempersiapkan diri,karna sebentar lagi akan ada tugas khusus menanti kalian.." Tegur Kolonel Sanders setengah berbisik,seraya berlalu mengawasi prajurit lainnya. Jam istirahat tiba,ketiganya beserta prajurit lainnya pun sejenak melepas penat.Ada yang sibuk mengantri di kantin mengisi perut,ada pula yang berbondong-bondong memasuki tempat peribadatan.Randy beserta kedua sahabatnya baru saja menyelesaikan ibadah dzuhur.Ketiganya sibuk menggunakan alas kaki kembali selepas beribadah. "Cepat,aku sudah lapar sekali.." Tukas Miki. "Bisa sedikit bersabar? Kau macam tiga bulan tidak makan saja.." omel Rai.Wajahnya menyiratkan ekspresi kesal. "Sudah,entah berapa kali aku mendengar kalian bertengkar hari ini.Sudah ya.." pinta Randy. "Kau tahu,aku paling suka membuat Rai emosi hahaha.." gurau Miki.Hampir saja Rai menjitaknya sebelum Randy menghalang. Ketiganya lalu berjalan menuju kantin,disana begitu ramai yang mengantri.Tiba giliran mereka bertiga mengambil jatah makanan,lalu mencari tempat duduk yang terlihat hampir semuanya sudah terisi.hampir 10 menit lamanya mereka mencari tempat duduk,sebelum akhirnya menemukan agak jauh di pojok dekat menghadap ke lapangan. "Kenapa di asrama tentara tidak bisa memakan sembarang makanan? jujur aku merindukan Burger bersauskan mayonaise lezat,terakhir kali aku menyantapnya sudah hampir setahun lalu,itupun saat aku pulang bertemu keluargaku.." Miki kembali mengoceh.Rai dan Randy saling berpandangan heran. "Memang kau ingin menjadi tentara berperut buncit?" jawab Randy cuek sembari menyantap makanannya.Rai cekikikan mendengar jawaban teman disampingnya itu.Ia merasa Randy begitu mewakili perasaannya saat ini. "Ah Randy.Aku bosan memakan makanan seperti ini.." ia menunjukkan seporsi nasi dengan sayur sop kacang merah serta tempe kukus bumbu yang ada di piringnya. "Sudahlah,nikmati saja.masih untung kau masih bisa makan.Bukankah sejak tadi kau yang mengeluh lapar.." ujar Rai. "Aku membayangkan suatu saat nanti,kesatuan kita mendapat misi khusus mengintai di lapangan.Kita akan jauh lebih sering berada diluar,mengintai musuh daripada terus menerus berlatih,menjaga barak dan pergi ke kantor.Sepertinya keren.." Miki bersandar pada bangku dengan begitu santainya.wajahnya mendongak ke atas,berhalusinasi membayangkan berbagai hal menyenangkan jika ia bisa mendapatkan misi tersebut. Tanpa mereka sadari,sejak tadi ada seseorang yang mencari mereka.Celingak-Celinguk mencari keberadaan ketiga pria tampan yang sedang sibuk beristirahat.Orang itu langsung menghampiri mereka begitu ia menemukannya. "Akhirnya ku menemukan kalian.." Ujar Pria itu,napasnya tersengal-sengal karna cukup lama ia mencari Randy,Rai dan Miki. "Sastra,ada apa?" tanya Randy.Ia tak langsung menjawab,mencoba mengatur napasnya kembali sebelum menyampaikan maksudnya. "Pelan-pelan,tarik napasmu dengan teratur.." Ucap Rai. "Begini,kalian dicari oleh kolonel Sanders.Ia bilang,tolong datang ke ruangannya selepas jam istirahat,penting.." lanjutnya menyampaikan pesan.Ketiga sahabat itu saling berpandangan,wajah bingung bercampur heran tersirat di wajah mereka.Apa yang akan disampaikan oleh Kolonel Sanders?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD