Menghindar 1

1295 Words

Fachri keluar dari mobil dengan gagahnya. Berjalan memasuki pekarangan rumah minimalis yang tinggi pintu rumah ini kurang lebih tinggi dirinya. Dia berdiri di muka pintu yang sudah terbuka, sembari mengetuk dan mengucap salam. Tak berapa lama, wanita paruh baya keluar tergesa dari balik gorden penghubung ke dapur. "Masuk Nak Fachri, Sekar lagi mandi. Ayo duduk," katanya mempersilakan si calon menantu yang begitu sopan menunduk mencium punggung tangannya. Selalu seperti itu jika pria tampan ini datang berkunjung atau pun akan pamitan pulang. "Sinar mana Bu, sudah bangun?" "Nah, tu anak lagi kerajinan apa ya. Tadi malam pulang jam 12, jam setengah 1 masak mie. Jam 6 pagi pergi ke kampus, katanya banyak kerjaan." Mulut Fachri sedikit terbuka mendengar penjelasan Laila. Sesuatu yang sang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD