Kesal Tak Berbalas

1087 Words

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Sang calon mertua sudah kehabisan kata-kata untuk mengobrol dengan dirinya. Namun si cantik yang di sebelah dirinya ini sudah berharap dari tadi agar orang tuanya masuk karena dia hanya mau berduaan. "Ibu tinggal ke dalam ya, Nak Fachri," "Oh ya Bu, maaf saya kelamaan." "Gak apa, ngobrol saja sama Sekar. Kalian perlu saling mengenal lebih jauh," ucap wanita ini, lalu berdiri dan meninggalkan mereka berdua. Sekar merasa lega, dia bebas untuk bicara dan berdekatan dengan Fachri. Dia menggeser tubuhnya agar duduk bersebelahan dengan Fachri tanpa jarak. "Kamu sudah benar-benar pulih dari penyakitmu Mas?" Fachri tersenyum, mengangguk. Kaku dan gugup saat berada di sebelah wanita yang dari dulu dia suka. Pakaian Sekar tidak seksi, tertutup tapi be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD